BI Waspadai Inflasi Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Jumat, 7 Desember 2018 14:59 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
BI Waspadai Inflasi Saat Libur Natal dan Tahun Baru Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara mengakui bahwa inflasi akhir tahun sangat penting untuk dijaga. Sebab, di periode tersebut banyak kegiatan belanja yang dilakukan oleh masyarakat. Terutama bagi yang merayakan Natal dan Tahun Baru.

"Ini penting sekali karena ini mendekati akhir tahun, mendekati Natal bagi non muslim. Biasanya memang belanja mendekati akhir tahun lebh banyak aktivitas ekonomi juga lebih banyak, maka kita perlu menjaga inflasi bahan makanan supaya kita menjaga inflasi bisa rendah," kata Mirzha saat dijumpai di Masjid Kompleks BI, Jakarta, (7/12).

Ini sangat penting karena kondisi inflasi sangat mempengaruhi keputusan BI dalam menaikkan atau mempertahankan (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan.

"Kalau kita bicara suku bunga, suku bunga itu, satu tergantung inflasi dan kedua tergantung volatilitas kurs. Kalau inflasi bisa terjaga paling tidak faktor yang mempengaruhi suku bunga kita bisa kendalikan," ujarnya.

Sementara itu, faktor yang mempengaruhi kurs atau nilai tukar Rupiah cakupannya lebih luas lagi dari sekadar menjaga stabilitas harga pangan demi inflasi. Yaitu kondisi ekspor dan impor.

"Salah satu faktor paling besar yang mempengaruhi kurs adalah mengenai situasi ekspor impor barang dan jasa kita yang masih defisit. Jadi kalau defisit di tengah suku bunga global yang meningkat maka itu kemudian menimbulkan volatilitas kurs di Indonesia lebih besar dari volatilitas kurs di negara lain. Tapi paling tidak kalau kita bisa kendalikan inflasi maka salah satu faktor penting yang menentukan suku bunga kita sudah bisa kendalikan," tutupnya. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini