BI Ungkap 3 Pilar Pengembangan Ekonomi Syariah Nasional

Rabu, 21 April 2021 12:22 Reporter : Merdeka
BI Ungkap 3 Pilar Pengembangan Ekonomi Syariah Nasional syariah. shutterstock

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) telah mengeluarkan blueprint kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia. Blueprint ini merupakan bentuk dukungan BI dalam mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, mengungkapkan di dalam blueprint tersebut ada tiga pilar yang saling berkaitan untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Pilar pertama yaitu dari sisi pemberdayaan ekonomi syariah melalui pengembangan ekosistem halal. "Pilar ini memperkuat seluruh pelaku usaha baik besar, menengah dan kecil, serta lembaga pendidikan Islam seperti pesantren dari hulu ke hilir," ungkap Destry dalam Seminar Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah pada Rabu (21/4).

Dia menyoroti peran pesantren yang dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam mengembangkan ekonomi syariah. Potensi tersebut tercermin dari besarnya komunitas pesantren, yang tidak kurang dari 27.722 pesantren dan sekira empat juta orang santri di seluruh Indonesia.

Sehingga, katanya, membuat pesantren menjadi kekuatan dan pemain strategis dalam industri halal untuk mendukung perekonomian nasional.

Pilar kedua yaitu melakukan pendalaman mengenai pasar keuangan syariah. Pilar ketiga adalah penguatan riset, assessment dan edukasi.

"Sebagai anggota Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah, blueprint tersebut menjadi referensi dalam penyusunan masterplan ekonomi syariah Indonesia, untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi keuangan syariah terkemuka di dunia," tutur Destry.

Baca Selanjutnya: Industri Keuangan Syariah Dinilai Tahan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini