BI: Rupiah Melemah 4,83 Persen Dibanding Akhir Tahun Lalu

Kamis, 16 Juli 2020 15:29 Reporter : Merdeka
BI: Rupiah Melemah 4,83 Persen Dibanding Akhir Tahun Lalu rupiah. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memastikan nilai tukar Rupiah tetap stabil dan mengarah ke tingkat fundamentalnya. Rupiah secara poin to poin pada triwulan II-2020 mengalami kenaikan sebesar 14,42 persen. Ini dipengaruhi aliran masuk modal asing yang cukup besar pada Mei dan Juni 2020. Namun secara rata-rata, Rupiah mencatatkan depresiasi 4,3 persen akibat level yang masih lemah pada April 2020.

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebutkan, pada awal Juli 2020, Rupiah dan mata uang regional mengalami sedikit tekanan. Hal ini seiring meningkatnya ketidakpastian global, termasuk akibat meningkatnya resiko geopolitik Amerika - China.

"Hingga 15 Juli 2020, Rupiah terdepresiasi 2,28 persen baik secara poin to poin maupun secara rata-rata dibandingkan level JUni 2020. Dibandingkan dengan level akhir tahun 2019, Rupiah terdepresiasi 4,83 persen year to date," jelasnya dalam video konferensi Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI, Kamis (16/7/2020).

Ke depan, Bank Indonesia memandang nilai tukar Rupiah masih berpotensi menguat. Ini seiring levelnya yang secara fundamental masih undervalue. Juga didukung inflasi yang rendah dan terkendali. Kemudian, defisit transaksi berjalan yang juga rendah, imbal hasil aset keuangan domestik yang tinggi dan kompetitif serta premi risiko indo yang diperkirakan akan terus menurun.

1 dari 1 halaman

Cadangan Devisa

rev1

Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2020 meningkat menjadi USD 131,7 miliar. Sebelumnya, cadangan devisa pada Mei tercatat hanya sebesar USD 130,5 miliar.

Jumlah ini setara pembiayaan 8,4 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Serta jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Selain itu, ketahanan sektor eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga baik. Defisit transaksi berjalan pada triwulan II 2020 diperkirakan tetap rendah. Ini dipengaruhi dengan membaiknya neraca perdagangan sejalan dengan peningkatan ekspor sejumlah komoditas, serta penurunan impor akibat masih lemahnya permintaan domestik.

"Data Juni 2020 menunjukkan neraca perdagangan di triwulan II mencatat surplus USD 2,9 miliar meningkat dari surplus triwulan sebelumnya sebesar USD 2,6 miliar," kata Gubernur BI, PErry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - Juli 2020 secara virtual, Kamis (16/7/2020).

Sementara itu, Aliran modal asing dalam bentuk investasi portofolio pada triwulan II 2020 mencatat net inflows sebesar USD 10,2 miliar. [idr]

Baca juga:
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp14.587 per USD
Nilai Tukar Rupiah Berpeluang Menguat Seiring Perkembangan Positif Vaksin Covid-19
Rupiah Ditutup Melemah Imbas Kontraksi Ekonomi Singapura
Rupiah Berpotensi Melemah Seiring Masih Tingginya Kasus Positif Covid-19
Rupiah Menguat ke Rp14.370/USD Dipicu Sentimen Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Level Rp14.425 per USD

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini