BI prediksi keuntungan perbankan mulai menurun

Sabtu, 13 Juli 2013 09:00 Reporter : Sri Wiyanti
BI prediksi keuntungan perbankan mulai menurun

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) memproyeksi profitabilitas atau keuntungan perbankan nasional terancam akibat penurunan margin bunga bersih (NIM) serta perlambatan ekspansi kredit setelah bank sentral menaikkan BI Rate menjadi 6,5 persen.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan NIM diprediksi akan turun akibat kenaikan bunga kredit yang tidak bisa mengimbangi peningkatan biaya dana. "Simulasi kami menunjukkan bank itu cenderung menaikkan suku bunga deposito lebih cepat daripada bunga kredit. Ini artinya marginnya akan lebih ketat," ujar Halim di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, kemarin.

Sebenarnya, perbankan bisa mengkompensasi penurunan NIM tersebut dengan meningkatkan volume kredit perbankan. Namun, dengan kebijakan uang ketat dalam bentuk kenaikan BI Rate 50 basis poin (bps) maka volume kredit diprediksi melambat mengikuti fundamental ekonomi Indonesia yang juga melambat.

Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan tujuan penaikan BI Rate 50 bps ialah agar dapat ditransmisikan dalam bentuk kenaikan bunga simpanan dan kredit. Akibatnya, tutur dia, kredit akan melambat sehingga berperan dalam perlambatan ekonomi domestik.

"Sebenarnya yang kami kejar adalah ekonomi domestik dapat melambat. Hal itu dapat membuat inflasi jadi lebih rendah, impor berkurang, sehingga tekanan transaksi berjalan juga membaik," ujar Dody.

Bank sentral telah merevisi turun pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 5,8 persen hingga 6,2 persen, seiring dengan proyeksi perlambatan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II dan III diprediksi hanya 5,9 persen, sementara pada triwulan sebelumnya tercatat 6,02 persen.

Dody mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi di bawah 6 persen, maka pertumbuhan kredit akan berada di kisaran 21 persen hingga 22 persen. Meski bank sentral tidak menyampaikan berapa pertumbuhan kredit bila ekonomi hanya tumbuh 5,8 persen, namun perlambatan pembiayaan sudah terlihat pada tengah tahun ini.

Hingga akhir Juni 2013, kredit perbankan tumbuh 20,4 persen. Ekspansi kredit tersebut jauh lebih rendah dengan kinerja sepanjang 2012 yang tumbuh 23,1 persen. Perlambatan pertumbuhan kredit, utamanya terjadi pada segmen kredit konsumsi yang hanya meningkat sekitar 18 persen dalam setahun terakhir. Sementara itu, kredit investasi dan modal kerja masih tumbuh di atas 20 persen, meski telah mengalami perlambatan

NIM perbankan nasional tercatat 5,42 persen, pada April 2013 turun sedikit dibandingkan dengan posisi akhir 2012 sebesar 5,49 persen. Sementara laba bersih perbankan nasional tercatat Rp 32,65 triliun, tumbuh 16,27 persen dibandingkan dengan setahun lalu. [bmo]

Topik berita Terkait:
  1. Bank Indonesia
  2. Perbankan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini