BI Optimis Rupiah Terus Menguat di Tengah Pandemi Covid-19

Rabu, 3 Juni 2020 13:28 Reporter : Sulaeman
BI Optimis Rupiah Terus Menguat di Tengah Pandemi Covid-19 Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ©2020 dok.Bank Indonesia

Merdeka.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akan terus menguat di tengah pandemi Covid-19. Dia memprediksi mata uang garuda mampu di bawah Rp14.200 per USD.

"Ini tentu saja peluang ke depan nilai tikar rupiah menguat. Kami masih melihat rupiah dibawah saat ini (Rp14.200 per USD)," kata dia usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Jokowi melalui video conference di Jakarta, Rabu (3/6).

Menurutnya, penguatan nilai mata uang garuda terhadap USD di akibatkan oleh proses koordinasi yang intens dilakukan oleh BI, Kementerian Keuangan dan OJK selaku regulator. Mengingat pada April lalu, rupiah sempat menembus level psikologis hingga mencapai level Rp16.400 per USD.

Di sisi lain, Perry menyebut koordinasi juga meningkatkan citra positif kondisi pasar Valas Tanah Air yang sempat terpuruk akibat pandemi covid-19. Imbasnya secara bertahap investor dari dalam dan luar negeri kembali mempercayakan investasinya di Indonesia.

Koordinasi sendiri mencakup kebijakan bersifat Fiskal dan Moneter khususnya di sektor pasar keuangan. Sebab, cara ini diyakini efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri para investor domestik maupun asing.

"Koordinasi yang kuat antara BI, Kemenkeu, dan OJK untuk stabilitas pasar keuangan berjalan baik di pasar valas. Namun juga pasar Modal dan BSN," tegasnya.

1 dari 1 halaman

Rupiah Menguat ke Rp14.195 per USD

ke rp14195 per usd rev1

Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6). Pagi tadi, Rupiah dibuka di Rp14.220 per USD, menguat dibanding penutupan sebelumnya di Rp14.415 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah bergerak stagnan usai pembukaan, namun sempat menguat tipis ke level Rp14.195 per USD. Kemudian, Rupiah kembali melemah tipis dan saat ini berada di Rp14.208 per USD.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, pembukaan kembali perekonomian di beberapa negara pandemi dan rencana penerapan normal baru di Indonesia masih akan menjadi sentimen positif penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini.

"Para pelaku pasar seakan tidak mau ketinggalan kereta dan berusaha segera masuk ke aset-aset berisiko untuk mendapatkan yield yang lebih tinggi," ujar Ariston dikutip Antara, Rabu (3/6).

Menurut Ariston, isu demo rusuh di AS yang masih belum selesai hingga hari ini, juga menjadi salah satu penekan dolar AS karena demo tersebut bisa mengganggu perekonomian AS. Di sisi lain, pasar masih mewaspadai lanjutan isu ketegangan AS dan China yang bisa membalikkan keadaan bila lanjut ke perang dagang. [azz]

Baca juga:
Rupiah Menguat ke Rp14.195 per USD, Terkerek Rencana Kenormalan Baru
April 2020, Uang Beredar Tumbuh Lebih Rendah Capai 8,6 Persen
Ada Kerusuhan di AS, Rupiah Menguat ke Level Rp14.460 per USD
RI Siap Sambut Kenormalan Baru, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.610 per USD
Sempat Melemah, Rupiah Bergerak Menguat di Level Rp14.657 per USD
Gubernur BI Catat Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp14.670 per USD

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini