BI: Ketidakpastian Global Berlanjut Tahun Depan, Hampir Semua Ekonomi Negara Melambat

Jumat, 8 November 2019 16:07 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
BI: Ketidakpastian Global Berlanjut Tahun Depan, Hampir Semua Ekonomi Negara Melambat krisis ekonomi. shutterstock

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Dody Budi Waluyo menyebut bahwa ketidakpastian ekonomi global masih akan terus berlanjut di tahun depan. Hampir semua negara akan mengalami perlambatan ekonomi.

Kondisi ini juga sebagai dampak dari perlambatan ekonomi dunia di tahun ini serta trade war atau perang dagang yang terus berlanjut antara Amerika Serikat (AS) dan China. Ketidakpastian brexit pun turut membuat ekonomi global kian suram.

Dia mengungkapkan, International Monetary Fund (IMF) pun telah menyatakan bahwa pertumbuhan di semua negara juga tengah mengalami perlambatan.

"Kalau secara globalnya memang bicara overall, pada 3 minggu lalu di annual meeting IMF World Bank melihatnya pertumbuhan ekonomi global semua negara synchronize slow down bersama mengarah ke bawah dan pada saat itu melihat dari sisi ketidakpastian itu relatif masih ada, dan lanjut sampai 2020," kata dia saat ditemui di Mesjid Kompleks Gedung BI, Jakarta, Jumat (8/11).

Kondisi ini kemudian juga dikhawatirkan bakal berdampak ke perekonomian nasional.

1 dari 1 halaman

Sentimen Positif Mulai Muncul

Akan tetapi, dia mengungkapkan selama seminggu terakhir ini banyak persoalan yang memicu sentimen positif. Kondisi yang memberikan sentimen positif salah satunya adalah menurunnya tensi perang dagang antara AS dan China yang berdampak terhadap Purchasing Manager Index (PMI) Non Manufaktur AS yang mulai membaik.

"Kemudian kalau kita lihat juga perkembangan di Eropa ada kemungkinan positif dari sisi Brexit meskipun dari sisi pertumbuhan outlook ekonomi Eropa masih mengarah ke bawah," ujarnya.

Kondisi tersebut telah membuat volatilitas di sektor keuangan global dalam seminggu terakhir ini mengalami penurunan. Namun hal itu berdampak positif bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Di sisi lain, kondisi ini pun telah memberikan kepercayaan terhadap investor untuk menaruh uangnya di negara berkembang.

"Investor relatif confidence dengan perkembangan yang ada dan mulai mencari return paling besar untuk penempatan dananya dan muncul aliran modal yang masuk ke negara-negara berkembang termasuk Indonesia dalam jumlah yang banyak," tutupnya. [idr]

Baca juga:
Hadapi Resesi, Pemerintah Diminta Perhatikan 2 Hal Ini
Sektor Pariwisata Bisa Jadi Tonggak Pemerintah Lawan Resesi Global
Jokowi: Hampir Semua Negara Pertumbuhan Ekonominya Turun, Kita Masih Diberi 5 Persen
Presiden Jokowi: Kita Harus Hati-Hati, Ada Negara yang Sudah dan Menuju Resesi
Pemerintah Akui Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Tertekan Dampak Resesi Dunia

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini