BI Catat Kebutuhan Uang Tunai Saat Lebaran Capai Rp217,1 Triliun

Jumat, 10 Mei 2019 15:21 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
BI Catat Kebutuhan Uang Tunai Saat Lebaran Capai Rp217,1 Triliun rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan libur Lebaran 2019 mencapai Rp 217,1 triliun, angka ini meningkat 13,5 persen dibanding periode yang sama di 2018 sebesar Rp 191,3 triliun.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, pertumbuhan kebutuhan uang tunai tersebut menunjukkan peningkatan dibanding rata-rata pertumbuhan dalam 2013-2018 yang sebesar 13,3 persen.

"Di pekan pertama Ramadhan ini realisasi penarikan kebutuhan uang tunai capai Rp 22,2 triliun atau mencapai 10,2 persen dari total kebutuhan Rp 217,2 triliun," ujar Rosmaya di Jakarta, Jumat (10/5).

Di pekan pertama Ramadan ini, realisasi penarikan uang tunai terbanyak terjadi di Pulau Jawa dengan wilayah non-Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dengan besaran Rp 8,5 triliun.

Secara total untuk Ramadan dan Lebaran 2019, uang tunai yang disiapkan sebanyak Rp 217,1 triliun paling besar didominasi kebutuhan di Jabodetabek sebesar Rp 51,5 triliun, kemudian Jawa Timur sebesar Rp 29,9 triliun, Jawa Tengah dan Yogyakarta sebesar Rp 31,1 triliun, dan Jawa Barat serta Banten sebesar Rp 23 triliun. Sedangkan sisanya tersebar di luar Pulau Jawa.

Dia menjelaskan, peningkatan kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Lebaran 2019 ini karena beberapa faktor. Pertama, periode libur Lebaran yang cukup panjang yakni 10 hari dari 30 Mei hingga 9 Juni 2019. Kedua, kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) dan juga pencairan untuk Tunjangan Hari Raya PNS dan pegawai swasta.

Adapun total kebutuhan uang tunai Rp217,2 triliun ini lebih besar hingga empat kali lipat dari kebutuhan uang tunai di hari normal. "Kenapa meningkat dibanding waktu normal, salah satunya karena kenaikan gaji," ujar Rosmaya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini