Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

BI Berencana Buat Mata Uang Digital, DPR Imbau Perlunya Kajian Mendalam

BI Berencana Buat Mata Uang Digital, DPR Imbau Perlunya Kajian Mendalam Puteri Anetta Komarudin. ©2021 dpr.go.id/Arief

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) akhirnya mengungkapkan rencana pembuatan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC). CBDC merupakan representasi uang digital yang menjadi simbol kedaulatan negara yang diterbitkan dan dikendalikan oleh bank sentral sebagai bagian dari kewajiban moneternya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Puteri Anetta Komarudin mengimbau agar rencana pengembangan CBDC ini dikaji secara mendalam.

"Kita tentu tidak bisa menghindar dari pesatnya arus disrupsi teknologi, tetapi kita tetap perlu merespons perubahan tersebut melalui upaya antisipasi dan mitigasi yang memadai. Sehingga, inisiatif BI untuk mengkaji CBDC merupakan suatu langkah positif untuk menjawab tantangan perkembangan zaman. Namun, proses studinya harus dilakukan secara akurat, teliti, ilmiah, dan hati-hati agar kita mendapatkan gambaran urgensi hingga penilaian kelayakan dari rencana tersebut secara menyeluruh," ujar Puteri.

Puteri juga menyampaikan bahwa sampai saat ini Komisi XI DPR RI belum melakukan pembahasan secara khusus bersama BI terkait rencana tersebut. Kendati demikian, Puteri meminta agar BI dapat mendalami rencana pembentukan CBDC dengan memperhatikan kesiapan nasional.

"Dengan begitu, kita dapat menggali potensi, manfaat, serta risikonya jika dikaitkan dengan kondisi sosial dan ekonomi di Indonesia saat ini dan kedepan. Lantaran, kondisi-kondisi ini nantinya akan mempengaruhi desain, arsitektur dan infrastruktur teknologi, serta mitigasi risiko dari penerbitan CBDC," tutur Puteri.

Puteri juga menambahkan agar BI dapat melakukan benchmarking dengan bank sentral negara lain yang telah lebih dulu mendalami CBDC, seperti Tiongkok, Inggris, Jepang dan Uni Eropa.

"Tiongkok sendiri telah menginisiasi proyek ini sejak 2014 atau butuh sekitar 7 tahun hingga penerbitannya. Tiongkok juga melakukan serangkaian simulasi atas peredaran mata uang digital ini guna memantau dan mengukur dampaknya terhadap transmisi ke pasar uang dan perekonomian. Saya kira hal ini nantinya juga perlu menjadi bahan pertimbangan BI," ungkap Puteri.

Selain itu, Puteri memandang perumusan CBDC perlu memperhatikan terpenuhinya aspek legalitas dengan menerbitkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang diperlukan. Lantaran, UU No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang menyebutkan bahwa mata uang NKRI adalah Rupiah dan macamnya terdiri atas Rupiah Kertas dan Rupiah logam.

"BI juga perlu mengkaji bentuk regulasi yang diperlukan serta mulai menginventarisir UU dan ketentuan pelaksana apa saja yang perlu dicabut, direvisi, atau diterbitkan. Hal ini perlu dilakukan untuk mendukung penerbitan CBDC ini agar memiliki dasar hukum yang sesuai dan dapat dilaksanakan. Serta, agar tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku," tegas Puteri.

Menutup keterangannya, Wakil Sekretaris Fraksi Partai Golkar ini juga meminta agar BI dapat mulai membangun komunikasi dengan Pemerintah, OJK, dan LPS terkait rencana tersebut.

"Rencana BI untuk mengembangkan CBDC ini tentu tidak hanya sebatas pada penerbitan mata uang digital saja, melainkan juga perlu mempersiapkan ekosistem digital secara menyeluruh dan merata di seluruh Indonesia yang perlu dibangun mulai dari sekarang."

"Oleh karena itu, kajian ini nantinya juga perlu melibatkan perspektif dari pemerintah, OJK, LPS, dan entitas terkait lainnya. Tentunya juga perlu memperhatikan pandangan dan persepsi masyarakat sebagai pengguna dari mata uang digital ini nantinya," tutup Puteri.

(mdk/hrs)
ATAU
Geser ke atas Berita Selanjutnya
image Rekomendasi
Berpeci Hitam, Intip Foto Lawas Armand Maulana Saat Menikah, Paras Dewi Gita Pangling Banget

Berpeci Hitam, Intip Foto Lawas Armand Maulana Saat Menikah, Paras Dewi Gita Pangling Banget

Potret lawas pernikahan Armand Maulana dan Dewi Gita sukses mencuri perhatian. Penampilan Dewi yang menawan disebut bikin pangling.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Sienna Anak Marshanda Kini Tampil Cantik Berhijab, Terungkap Alasan di Balik Keputusannya

Sienna Anak Marshanda Kini Tampil Cantik Berhijab, Terungkap Alasan di Balik Keputusannya

Sienna Ameerah Kasyafani memutuskan untuk berhijab di usianya yang masih sangat muda. Keputusan ini dibuatnya secara tak sengaja.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Anak Jenderal Polri Tugas Bareng Sang Ayah di Bareskrim Usai jadi Perwira, ini Sosoknya Gagah & Tampan

Anak Jenderal Polri Tugas Bareng Sang Ayah di Bareskrim Usai jadi Perwira, ini Sosoknya Gagah & Tampan

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tampaknya kiasan tersebut dirasakan oleh Jenderal Polri satu ini.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
Saat Gali Makam Kaisar China, Arkeolog Malah Temukan Kerangka Panda Raksasa Berusia 2000 Tahun

Saat Gali Makam Kaisar China, Arkeolog Malah Temukan Kerangka Panda Raksasa Berusia 2000 Tahun

Arkeolog melakukan penggalian di makam Kaisar Wen di kota Xi'an, China tengah.

Baca Selengkapnya icon-hand
image Rekomendasi
VIDEO:  PDIP Luluh Dengar Rocky Minta Maaf Atas Keonaran Dugaan Hina Presiden Jokowi

VIDEO: PDIP Luluh Dengar Rocky Minta Maaf Atas Keonaran Dugaan Hina Presiden Jokowi

ekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto angkat bicara mengenai permintaan maaf yang dilontarkan oleh pengamat politik Rocky Gerung.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pengertian Deposito, Lengkap Beserta Jenis dan Keuntungannya

Pengertian Deposito, Lengkap Beserta Jenis dan Keuntungannya

Sebelum memutuskan mendepositkan dana Anda, sebaiknya memahami terlebih dahulu pengertian deposito dan jenis-jenisnya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bank Indonesia Siapkan Desain Awal Rupiah Digital

Bank Indonesia Siapkan Desain Awal Rupiah Digital

Sekarang, Bank Indonesia masih menyiapkan proof of concept atau desain awalnya dari rupiah digital.

Baca Selengkapnya icon-hand
Mengerikan, Indonesia Diperkirakan Rugi Rp112 Triliun di 2023 Akibat Perubahan Iklim

Mengerikan, Indonesia Diperkirakan Rugi Rp112 Triliun di 2023 Akibat Perubahan Iklim

Nilai kerugian Indonesia akibat perubahan iklim setara 0,5 persen dari PDB.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bos BI Beberkan Keuntungan Pengusaha Simpan Uang Hasil Ekspor di Dalam Negeri

Bos BI Beberkan Keuntungan Pengusaha Simpan Uang Hasil Ekspor di Dalam Negeri

Perry bilang bunga yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan bunga deposito valas secara umum

Baca Selengkapnya icon-hand
Bos BI Beberkan 3 Jurus Agar UMKM Lokal Bisa Naik Kelas

Bos BI Beberkan 3 Jurus Agar UMKM Lokal Bisa Naik Kelas

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wajiyo mengatakan, ada 3 kunci agar produk UMKM di Indonesia bisa naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun global.

Baca Selengkapnya icon-hand
Gubernur BI: 80 Persen UMKM itu Ibu-Ibu Sedang Berjuang untuk Anaknya, Kalau Beli Jangan Tawar Lebih Murah

Gubernur BI: 80 Persen UMKM itu Ibu-Ibu Sedang Berjuang untuk Anaknya, Kalau Beli Jangan Tawar Lebih Murah

Dengan memberikan uang lebih, bisa membantu pelaku usaha UMKM untuk mensejahterakan keluarganya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tak Lagi Gratis, Transaksi QRIS Tetap Tembus Rp49,65 Triliun

Tak Lagi Gratis, Transaksi QRIS Tetap Tembus Rp49,65 Triliun

Meskipun per tanggal 1 Juni Bank Indonesia telah menetapkan kebijakan tarif 0,3 persen kepada merchant pengguna QRIS.

Baca Selengkapnya icon-hand