Berusia 24 Tahun, Pemuda Ini Lebih Tajir Dibanding Donald Trump

Minggu, 27 Oktober 2019 08:00 Reporter : Merdeka
Berusia 24 Tahun, Pemuda Ini Lebih Tajir Dibanding Donald Trump Donald Trump. ©Instagram/realdonaldtrump

Merdeka.com - Pemuda 24 tahun asal Singapura menjadi orang termuda yang lebih kaya dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Semua itu berkat hadiah saham yang orang tuanya berikan. Kini dia menyandang gelar Miliuner.

Dilaporkan Business Insider, pemuda itu adalah Eric Tse (24) asal Hong Kong. Dia kini masuk jajaran miliuner dunia berkat mendapat saham perusahaan Sino Biopharmaceutical sebesar USD 3,8 miliar atau Rp54,3 triliun (USD 1 = Rp14.054). Perusahaan itu didirikan oleh bapaknya, miliuner Tse Ping.

Berkat saham yang USD 3,8 miliar, Eric otomatis lebih kaya dari Presiden Donald Trump yang kekayaannya terus menurun sejak menjadi presiden. Forbes mencatat kekayaan Trump sebesar USD 3,1 miliar (Rp43,5 triliun).

Business Insiders mencatat sang miliuner muda memposting foto-foto bersama model Victoria Secret Liliy Aldridge, Putri Charlene dari Monaco, Rihanna, Bella Hadid, pemain basket Yao Ming, dan Carla Bruni Sarkozy yang merupakan mantan Ibu Negara Prancis.

Namun, berdasarkan pantauan Liputan6.com foto-foto bersama para seleb dan model sudah tidak tampak di Instagram Eric Tse, meski foto Putri Charlene dan Carla Sarkozy masih ada.

Eric juga menjadi direktur eksekutif perusahaan bapaknya dengan gaji tahunan sebesar 3,9 juta dolar Hong Kong atau Rp6,9 miliar (1 dolar Hong Kong = Rp1.792).

Meski demikian, Eric menolak namanya masuk ke jajaran miliuner Hong Kong. Dia meminta agar namanya dimasukan saja sebagai 'Keluarga Tse Ping.'

Ada satu lagi hal unik, Eric dan Donald Trump ternyata juga satu almamater, yakni Wharton School di Universitas Pennyslvania, Amerika Serikat. Eric baru lulus tahun lalu dengan jurusan keuangan. Dia pun lanjut S2 bidang global affairs di Universitas Tsinghua, Beijing.

1 dari 1 halaman

Jumlah Orang Kaya di Dunia Bertambah 1,1 Juta dalam Setahun

Perang dagang yang berkecamuk dalam setahun terakhir diprediksi IMF sebagai pendorong terjadinya krisis global pada tahun 2020 atau 2021. Akan tetapi, jumlah para orang kaya di dunia tetap meningkat.

Dilansir CNBC, jumlah jutawan dolar di dunia bertambah sebesar 1,1 juta orang dari pertengahan tahun 2018 hingga pertengahan tahun 2019. Kini, total jutawan di dunia mencapai 46,8 juta orang.

Total kekayaan mereka tercatat USD 153,8 triliun atau setara 44 persen kekayaan di dunia. Data itu berasal dari Global Wealth Report yang baru-baru ini dirilis Credit Suisse.

AS dan China justru memimpin dalam hal penambahan orang kaya walau mereka sedang sibuk patgulipat adu tarif di perang dagang.

AS memiliki tambahan 675 ribu jutawan baru selama setahun belakangan, sementara China menambah 158 ribu jutawan baru.

Australia merupakan negara yang rugi karena orang kaya di negara itu berkurang 124 ribu orang. Namun, ketimpangan kekayaan tercatat lebih rendah di Australia ketimbang AS dan China.

Koefisien gini di Australia sebesar 66 persen, lebih rendah dibandingkan China (70,2) dan AS (85,2). Namun ketiganya masih lebih rendah ketimbang ketimpangan di Rusia yang sampai menyentuh 87,9.

Orang kaya di China disorot karena ada perbedaan orang desa (rural) dan kota (urban). Namun, secara keseluruhan ketimpangan kekayaan di China menurun.

Sementara, kehadiran orang kaya di AS sedang digempur oleh politikus sayap kiri Partai Demokrat yang gencar mempromosikan pajak kekayaan. [idr]

Baca juga:
Cerita Eric Tse, Jadi Konglomerat dalam Semalam
Ada Wajah Baru di Daftar Orang Terkaya Indonesia, ini Sosoknya
Hidup Kaya Raya, Ini Deretan Barang Tak Lazim Dibeli Miliuner Dunia
Sultan Terkaya di Dunia ini Hadir Pada Pelantikan Presiden Jokowi
Satu Resep Rahasia Kunci Menjadi Orang Kaya Ala Para Miliuner Dunia

Topik berita Terkait:
  1. Orang Terkaya
  2. Donald Trump
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini