Bertemu Wapres JK, APERSI minta pembangunan rumah subsidi diperbanyak di 2019

Kamis, 8 November 2018 14:41 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Bertemu Wapres JK, APERSI minta pembangunan rumah subsidi diperbanyak di 2019 Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) di kantornya, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Dalam pertemun ini, Ketua APERSI, Junaidi Abdillah membahas beberapa target pemerintah dalam rumah subsidi atau program sejuta rumah. Salah satunya Junaidi meminta kepada pemerintah pada tahun depan menambah rumah subsidi.

"Jadi gini, kita berharap untuk rumah subsidi ini perlu ada tambahan target yang akan diluncurkan tahun depan. Terutama FLPP dan SSP. Karena yang kita lihat di kementerian PUPR ada penurunan target untuk tahun depan. Yang tahun ini, tahun 2018, itu kurang lebih 260-an ribu unit," kata Junaidi di kantor Wapres, Jalan Merdeka Utara, Kamis (8/11).

Junaidi menjelaskan alasannya agar masyarakat yang memiliki penghasilan rendah dapat memiliki rumah hunian. Hal tersebut kata dia harus dilanjutkan oleh pihak PUPR melalui Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDP).

"Ini patut dilanjutkan terus dan di produk kementerian PUPR melalui PPDPP juga sudah ada dengan subsidi bergulir dengan SSP. Nah ini kalau dana ini ditambah lagi saya pikir serapannya lebih baik dan dana bergulirnya akan besar dan tidak membebani pemerintah lebih banyak," ungkap Junaidi.

Terkait hal tersebut, kata Junaidi, JK pun mendukung harapan tersebut dan akan menindaklanjutinya. Tetapi ada beberapa hal kata Junaidi yang menjadi kendala dalam program tersebut, yaitu terkait pembebasan lahan.

"Artinya beliau support sekali untuk ditindaklanjuti. Terus yang kedua OJK sendiri itu sudah mengeluarkan membangun rumah sendiri bisa melalui pembiayaan lahan. Tapi ini ketentuannya ngabang sekali, perbankan tidak menjalankan karena jutlak dan juklisnya sampai sekarang belum ada. Nah ini yang membuat serapan rumah MBF terutama pembebasan lahan itu terkendala," ungkap Junaidi.

Sebelumnya Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan, hingga 20 Agustus 2018, progres Program Sejuta Rumah tercatat mencapai 582.638 unit rumah. Jumlah tersebut naik sekitar 60.000 unit dari 31 Juli 2018, yang sebanyak 520.034 unit rumah.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, menargetkan bisa menyalurkan sekitar 30.000 unit rumah lagi hingga penghujung Agustus ini.

"Dan ini memang targetnya 1 bulan antara 100.000 sampai 125.000 (unit rumah baru terbangun). Masih 10 hari lagi, bisa sampai 610.000 di akhir Agustus. Saya akan coba tambah 30.000 lagi sampai akhir bulan," jelasnya di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (23/8).

Dia pun optimistis dapat mencapai pembangunan sebanyak 1,2 juta unit hingga akhir tahun sesuai yang dicanangkan Program Sejuta Rumah. "Saya masih optimis, masih punya waktu 4,5 bulan lagi," katanya. [idr]

Topik berita Terkait:
  1. Perumahan
  2. Properti
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini