Berpengalaman di Kasus Lion Air, RI Tawarkan Bantuan Investigasi Ethiopia Airlines

Rabu, 13 Maret 2019 15:24 Reporter : Merdeka
Berpengalaman di Kasus Lion Air, RI Tawarkan Bantuan Investigasi Ethiopia Airlines Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti kampanye keselamatan di 10 otoritas Bandara. ©2019 Merdeka.com/Kirom

Merdeka.com - Direktorat Jendral Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menawarkan bantuan kepada otoritas keselamatan penerbangan Ethiopia untuk proses investigasi jatuhnya Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines. Indonesia memiliki pengalaman kasus serupa saat pesawat Boeing 737 Max 8 Lion Air jatuh di perairan Karawang.

Pihaknya telah mengirimkan surat ke pemerintah Ethiopia mengenai penawaran bantuan tersebut. "Kami sudah sampaikan langsung surat resmi ke otoritas Ethiopia untuk menyampaikan bela sungkawa dan mendukung apabila pengalaman yang pernah kami alami di Indonesia kejadian kecelakaan PK-LQP bisa membantu investigasi jatuhnya ET 302," kata Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Polana B Pramesti, di Kantornya, Jakarta, Rabu (13/3).

Pihaknya telah menyiapkan tim dari Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk terbang ke Ethiopia jika surat penawaran bantuan tersebut disetujui.

Polana menambahkan dengan terlibatnya Indonesia dalam investigasi ini diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi seluruh maskapai di dunia yang juga menggunakan Boeing 737 Max 8.

Tidak hanya itu, Dirjen Perhubungan Udara juga telah menyurati Federal Aviation Administration (FAA) yang merupakan otoritas penerbangan sipil Amerika Serikat (AS) terkait permintaan pendampingan ulang terhadap pengoperasian Boeing 737 Max 8.

"Karena setelah kejadian PK LQP itu FAA sudah mengeluarkan panduan tambahan dan diserahkan ke seluruh otoritas penerbangan dan operator di seluruh dunia. Itu juga untuk menjamin aspek savety terkait pengoperasian pesawat Boeing 737 Max 8," tegasnya.

"Surat ini baru kita kirimkan hari ini, semoga FAA bisa cepat menanggapi dan kita bisa jadikan panduan bagi kita," pungkas Polana.

Sebelumnya, Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT610 di Perairan Karawang, Jawa Barat. Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo mengatakan setidaknya ada beberapa masalah selama penerbangan sebelum pada akhirnya pesawat Lion Air PK-LQP itu jatuh.

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini