Berkat operasi pasar, inflasi Juni diproyeksi BI rendah

Rabu, 29 Juni 2016 09:35 Reporter : Hana Adi Perdana
Berkat operasi pasar, inflasi Juni diproyeksi BI rendah operasi pasar daging. ©2016 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah, dalam beberapa hari terakhir Ramadan, tengah menggenjot operasi pasar di sejumlah wilayah. Operasi itu dilakukan guna menekan harga pangan selama Ramadan sampai Lebaran mendatang.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, memberi apresiasi terhadap upaya operasi pasar pemerintah. Menurutnya, OP tersebut cukup untuk menahan laju inflasi.

"Iya, operasi pasar pemerintah (jadi salah satu faktor rendahnya inflasi Juni 2016)," katanya di Gedung BI, Jakarta, Selasa (28/6) malam.

Selain karena OP, masih lemahnya permintaan masyarakat juga mempengaruhi laju inflasi. Pihaknya memproyeksikan inflasi Juni akan lebih rendah dibanding pada inflasi bulan Ramadan yang umumnya di level 0,9 sampai 1 persen.

"Operasi pasar pemerintah, permintaan masyarakat berkurang. Itu yang menyebabkan (inflasi) rendah, Rupiah juga menguat," tandasnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah bakal menggelar operasi pasar di 4.000 titik di Indonesia setiap hari. Itu dilakukan guna menahan laju harga pangan.

"Ini merupakan solusi jangka pendek, operasi besar-besaran untuk menghadapi Idul Fitri. Jangka panjang toko tani Indonesia memotong rantai pasok," ujar Amran, di Pasar Minggu Jakarta.

Dalam operasi pasar tersebut pemerintah menjual sejumlah bahan pangan dengan harga miring. Diantaranya, daging sapi dijual seharga Rp 75.000 per kilogram, daging ayam Rp 30.000-Rp 30.500 per kilogram, cabai Rp 18.000 per kilogram, bawang merah Rp 23.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp 11.000 per liter.

Selain itu, pemerintah juga menjual paket sembako seharga Rp 25.000. Itu terdiri dari dua kilogram beras, satu liter minyak goreng, satu kilogram gula pasir dan mie instan. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini