Berkah Perang Rusia-Ukraina, Indonesia Kebanjiran Ekspor Komoditas

Kamis, 24 November 2022 14:33 Reporter : Merdeka
Berkah Perang Rusia-Ukraina, Indonesia Kebanjiran Ekspor Komoditas Menko Airlangga. istimewa ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, perang Rusia-Ukraina memberikan dampak naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Kenaikan harga ini karena meningkatnya biaya impor minyak ke Indonesia.

"Hal ini dilihat dari tingginya harga energi. Termasuk harga BBM di Indonesia," ungkapnya International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2022 (IOG 2022) di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Kamis (24/11).

Bahkan, kenaikan harga BBM mengakibatkan naiknya inflasi pada September 2022 menjadi 1,17 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–September) 2022 sebesar 4,84 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2022 terhadap September 2021) sebesar 5,95 persen.

"Kondisi perekonomian masih punya berbagai tantangan perfect storm, Covid-19 juga belum selesai, sekarang ada terkait perang, tentu ini berpengaruh termasuk (harga) BBM," ungkapnya.

Meski demikian, perang Rusia-Ukraina ini juga membawa keuntungan bagi Indonesia, yakni adanya kenaikan harga komoditas dalam negeri. Untuk diketahui, Indonesia menjadi salah satu pemain ekspor komoditas di dunia. Dengan dibatasinya komoditas mineral yang keluar dari Rusia, Indonesia malah mendapatkan untung.

Dampak positifnya, beberapa wilayah pertambangan di Indonesia menununjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Misalnya di Sulawesi, Maluku, dan Papua.

"Secara spasial di wilayah Indonesia pertumbuhan membaik. Tertinggi ada di Sulawesi mencapai 8,25 persen, kemudian Maluku-Papua 7,51 persen. Tentu semua ini didorong oleh harga mineral yang tinggi," sambungnya.

Sementara itu, secara makro, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,7 persen di Kuartal III 2022. Meski ada prediksi dari Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut pertumbuhan ekonomi global menurun.

Untuk tahun 2022, IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi di ang 3,2 persen dan di 2023 semakin turun ke 2,7 persen. Artinya, tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu lebih baik dari proyeksi pertumbuhan secara global.

"Berdasarkan hal itu Indonesia menjadi negara yang jadi the bright spot. Jadi, masyarakat di level Asean relatif lebih resilien soal tantangan ekonomi," jelasnya.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Ibu Kota Ukraina Gelap Gulita
Amerika Serikat Akui Kehebatan Senjata dan Militer Rusia
AS Mulai Kehabisan Stok Senjata Setelah Terus Menerus Kirim ke Ukraina
Jenderal AS: Makin Kecil Kemungkinan Militer Ukraina Menang Perang
Mantan Presiden Rusia Sebut Hantaman Rudal ke Polandia Bisa Picu Perang Dunia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini