Beri Pekerjaan Warga Sekitar Bandara, Kemenhub Gelontorkan Rp 300 M

Selasa, 2 April 2019 11:37 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Beri Pekerjaan Warga Sekitar Bandara, Kemenhub Gelontorkan Rp 300 M program padat karya bandara. ©2019 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Sebanyak 113 orang warga sekitar Bandara Kufar, Maluku, mengikuti program padat karya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Program padat karya tersebut bertujuan untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka stunting (gizi buruk) masyarakat di sekitar bandara, lebih tepatnya warga desa Kufar Darat dan Kufar Pantai.

"Padat karya ini kan kita Kemenhub tentu mendukung programnya Presiden kita untuk meningkatkan kesejahteraan untuk menambah tenaga kerja," kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah VIII Manado, Kol. Pnb Sarmanto, di lokasi, ditulis Selasa (2/4).

Selain mengurangi jumlah pengangguran, program padat karya ini juga bertujuan untuk memupuk rasa kebersamaan, gotong royong dan partisipasi masyarakat. Para peserta program padat karya tersebut bekerja membersihkan area sekitar bandara. Mulai dari runway strip hingga saluran-saluran di sekeliling bandara.

Bandara yang terletak di tengah hutan tersebut dikelilingi oleh semak belukar yang cukup lebat sehingga perlu dilakukan pemotongan rumput secara rutin.

Dia mengungkapkan, untuk program padat karya tersebut Ditjen Perhubungan Udara telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 300 miliar di 2019. Di tahun sebelumnya, program tersebut mampu menyerap 11.882 tenaga kerja lokal di sekitar bandara.

Namun demikian, tidak semua bandara mengadakan program padat karya. Hanya 153 bandara terpilih yang dijadikan lokasi padat karya. "Di sektor perhubungan ini dalam hal ini Ditjen Udara mempetakan mana-mana yang kira-kira perlu dilakukan padat karya. Salah satunya di satpel Kufar ini. Kita terapkan tentunya dengan alokasi kemampuan SDM yang ada di daerah sini," ujarnya.

Para peserta program padat karya menggunakan peralatan sederhana yang mereka miliki untuk melakukan pembersihan, seperti parang dan golok. Mereka dibayar dengan upah Rp 150.000 untuk satu hari pekerjaan.

Saat pembersihan sedang berlangsung, tak jarang mereka menemukan ular besar bahkan buaya di sekitar bandara. "Karena pembersihan ini ada drainase banyak tumbuhan rumput-rumput kita bersihkan supaya lancar tuh air-airnya yang lewat. Kemudian pohon-pohon juga mengganggu safety ya ini tentu kita potong juga," jelasnya.

Bandara Kufar memiliki panjang runway 1400 x 30 meter. Runway Strip 1.520 x 150 meter. Total luas lahan bandara secara keseluruhan adalah kurang lebih 511 Ha dan dikelilingi oleh rawa-rawa.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini