Beras, Rokok Hingga Tarif Listrik Penyebab Kemiskinan Sepanjang 2019

Rabu, 15 Januari 2020 14:33 Reporter : Anggun P. Situmorang
Beras, Rokok Hingga Tarif Listrik Penyebab Kemiskinan Sepanjang 2019 Rokok. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat makanan masih menjadi faktor terbesar yang mempengaruhi garis kemiskinan di Indonesia. Pada September 2019, makanan berkontribusi 73,75 persen terhadap garis kemiskinan.

Kepala BPS, Suhariyanto, mengatakan komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada garis kemiskinan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama.

"73,75 berasal dari garis kemiskinan makanan. Harus ekstra hati-hati agar komoditas ini, bisa stabil, tidak berfluktuasi. Karena rentan berpengaruh terhadap masyarakat miskin," ujar Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Rabu (15/1).

Beberapa komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap garis kemiskinan antara lain beras masih memberi sumbangan sebesar 20,35 persen di perkotaan dan 25,82 persen di perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar ke dua terhadap garis kemiskinan (11,17 persen di perkotaan dan 10,37 persen di perdesaan).

Komoditas lainnya adalah telur ayam ras (4,44 persen di perkotaan dan 3,47 persen di perdesaan), daging ayam ras (4,07 persen di perkotaan dan 2,48 persen di perdesaan), mie instan (2,32 persen di perkotaan dan 2,16 di perdesaan), guIa pasir (1,99 persen di perkotaan dan 2,78 di perdesaan), kopi bubuk & kopi linstan (sachet) (1,87 persen di perkotaan dan 1,88 persen di perdesaan).

Sementara itu, komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar baik pada garis kemiskinan perkotaan dan perdesaan adalah perumahan, bensin, listrik, pendidikan, dan perlengkapan mandi.

"Garis kemiskinan pada September 2019 adalah sebesar Rp440.538, per kapita per bulan. Dibandingkan Maret 2019, garis kemiskinan naik sebesar 3,60 persen. Sementara jika dibandlngkan September 2018, terjadi kenaikan sebesar 7,27 persen," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Per September 2019, Penduduk Miskin Indonesia Sebesar 24,79 Juta Orang

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada September 2019 sebesar 9,22 persen, menurun 0,19 persen terhadap Maret 2019 dan menurun 0,44 persen terhadap September 2018. Adapun jumlah penduduk yang berada di garis kemiskinan pada September 2019 sebesar 24,79 juta orang.

"Jumlah penduduk miskin pada September 2019 sebesar 24,79 juta atau menurun 0,36 juta orang terhadap Maret 2019 dan menurun 0,88 juta orang terhadap September 2018," ujar Kepala BPS, Suhariyanto, di Kantornya, Jakarta, Rabu (15/1).

Suhariyanto melanjutkan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2019 sebesar 6,69 persen, turun menjadi 6,56 persen pada September 2019. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2019 sebesar 12,85 persen, turun menjadi 12,60 persen pada September 2019.

Dibanding Maret 2019, jumlah penduduk yang berada di garis kemiskinan September 2019 di daerah perkotaan turun sebanyak 137 ribu orang (dari 9,99 juta orang pada Maret 2019 menjadi 9,86 juta orang pada September 2019). Sementara itu, daerah pedesaan turun sebanyak 221,8 ribu orang (dari 15,15 juta orang pada Maret 2019 menjadi 14,93 juta orang pada September 2019).

[bim]

Baca juga:
Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Capai 12,56 Juta, Terbanyak per September 2019
Per September 2019, Penduduk Miskin Indonesia Sebesar 24,79 Juta Orang
Pemerintah Tak Akan Subsidi Iuran Peserta BPJS Kesehatan Kelas III
Bukan Radikalisme, Kemiskinan Jadi Masalah Utama Indonesia
Kisah Pasutri Tinggal di Rumah Mewah, Tapi Masuk Keluarga Miskin Penerima Bansos
Tinggal di Rumah Mewah, Pasutri Asal Klaten Masuk Keluarga Miskin
Angka Kemiskinan di Tapanuli Tengah Diklaim Menurun

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini