Berani Berubah: Menyiasati dan Menyelamatkan Perajin Tenun Bali

Senin, 5 April 2021 07:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Berani Berubah: Menyiasati dan Menyelamatkan Perajin Tenun Bali Masker Tenun Endek Bali. istimewa

Merdeka.com - Kain tenun khas Bali memang diminati masyarakat. Namun saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia, penjualan kain tenun Bali semakin menurun. Pelaku usaha kain tenun akhirnya memutar otak. Termasuk Agung Indra Dwipayani.

Agung sudah membangun usaha tenun endek sejak 2019. Bahkan dia sudah memproduksi tenun tersebut untuk persiapan 2020. Namun karena pandemi masuk ke Indonesia, termasuk Bali, akhirnya Agung mengubah siasat usahanya dengan membuat masker tenun endek.

Agung bersama karyawannya memproduksi masker tenun endek hingga dikirim ke 50 negara. Agung menggunakan kain tenun endek yang sudah menumpuk karena tak laku dijual imbas pandemi.

masker tenun endek bali
istimewa

Awalnya Agung dan karyawannya membuat masker untuk anak-anak di yayasan yatim, dan belum ada niat untuk menjual masker tersebut. Namun saat maskernya diunggah oleh salah satu selebgram, akhirnya masker tenun endek mulai dikenal masyarakat.

"Sampai 75 persen kita naik dari masker ini. Ya kita awalnya sih memang optimis ya, awalnya optimis memang. Artinya yang penting jalan aja dulu, yang penting karyawan bisa makan setiap hari aja," kata Agung.

masker tenun endek bali
istimewa

Usaha masker tenun endek ini juga hasil kolaborasi dari perajin tenun di Bali. Sudah ada 150 orang pengrajin tenun Bali yang ikut dalam usaha masker tenun endek ini. Kolaborasi antara perajin tenun Bali bisa membantu perekonomian mereka di masa pandemi.

"Sangat terbantu sekali, biasanya kan ada pecahan-pecahan kain yang sedikit-sedikit itu kita bisa manfaatkan untuk pakai masker," kata Agung Anggraeni.

masker tenun endek bali
istimewa

Usaha masker tenun endek ini tak hanya menyelamatkan para perajin tenun Bali, tetapi juga para karyawan yang sudah lama bekerja dengan Agung. Bahkan saat ini karyawan terus bertambah.

"Sebelum pandemi kita ada 25 karyawan, syukurnya sampai saat ini itu masih tetap dan bertambah juga," kata Agung.

Meski usahanya sudah maju, Agung tetap berharap pandemi segera usai. Pariwisata Bali bangkit kembali, dan keadaan semakin membaik. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini