Bentuk Subholding Logistik Kelautan, ini Alasan Pertamina

Rabu, 5 Mei 2021 15:34 Reporter : Merdeka
Bentuk Subholding Logistik Kelautan, ini Alasan Pertamina Peresmian kapal Pertamina Gas I. ©2014 merdeka.com/handout Pertamina

Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) telah membentuk PT Pertamina International Shipping (PIS) sebagai subholding shipping untuk layanan logistik kelautan terintegrasi. Ini merupakan subholding pertama Pertamina sejak melakukan restrukturisasi pada Juni 2020.

Langkah Pertamina ini bertujuan memperkuat posisi PIS di industri energi dari sisi kelautan dan logistik.

Pertamina memprediksi permintaan terhadap produk liquid termasuk gas bumi dan minyak, akan tumbuh hingga 2030, dan akan mencapai puncaknya menjelang 2040. Dari ini, Indonesia memiliki kesempatan selama 2 dekade pertumbuhan permintaan produk liquid.

Kemudian, pertumbuhan dari permintaan liquid tersebut menciptakan bisnis turunan terhadap logistik dan storage. Hal ini akan membuka peluang bagi Indonesia untuk menangkap bisnis storage.

Selain itu, Pertamina melihat pemanfaatan gas dalam bauran energi ke depannya menjadi peluang. Ditambah lagi, sebagian besar negara ASEAN sedang memasuki fase high growth permintaan energi, seiring dengan pertumbuhan pendapatan perkapitanya.

Peningkatan dari permintaan energi tersebut akan membuka potensi permintaan dari logistik dan storage. Kehadiran PIS antara lain bertujuan untuk menangkap semua peluang tersebut.

"Nilai yang akan meningkatkan PIS yaitu masuknya PIS ke pasar gas dengan 17 ribu pulau dan program pemerintah untuk net zero emisi maka gasifikasi menjadi penting. Ini akan sangat besar karena ke depan transisi energi adalah gas. Tentu kita berharap ini akan segera menjadi subholding pertama yang masuk ke pasar." kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam konferensi pers pada Rabu (5/5).

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini