Belanja Pemerintah di 2023 Diperkirakan Turun, Pandemi Tak Lagi Jadi Fokus Utama

Selasa, 16 Agustus 2022 20:14 Reporter : Siti Nur Azzura
Belanja Pemerintah di 2023 Diperkirakan Turun, Pandemi Tak Lagi Jadi Fokus Utama rupiah. shutterstock

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, belanja pemerintah pusat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 diperkirakan mencapai Rp2.230 triliun, turun 5,9 persen dari outlook 2022 sebesar Rp2.370 triliun.

"Belanja pemerintah pusat Rp2.230 untuk di mana Rp993 triliun adalah belanja K/L dan Rp1.236 triliun belanja non-K/L," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2023 di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (16/8).

Dia merinci belanja pemerintah tahun depan Rp2.230 triliun meliputi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) Rp993,2 triliun yang turun dari outlook tahun ini Rp1.032,5 triliun serta belanja non-K/L Rp1.236,9 triliun yang turun dari 2022 Rp1.337,5 triliun.

Belanja K/L tahun depan sebesar Rp993,2 triliun akan digunakan untuk melanjutkan pembangunan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur dan memenuhi kebutuhan belanja prioritas. Sementara belanja non-K/L Rp1.236,9 triliun digunakan untuk mengantisipasi ketidakpastian situasi global seiring APBN menjadi shock absorber dalam melindungi masyarakat.

Secara umum kebijakan belanja pemerintah pusat tahun depan akan fokus mendukung peningkatan kualitas SDM yang terampil dan berdaya saing melalui perbaikan kualitas pendidikan, transformasi sistem kesehatan, serta akselerasi reformasi menuju sistem perlindungan sosial sepanjang hayat dan adaptif.

Belanja pemerintah pusat juga akan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran program bansos dan subsidi serta implementasi reformasi birokrasi.

Selain itu belanja pemerintah pusat turut diarahkan untuk melanjutkan efisiensi belanja barang yang bersifat nonprioritas, meningkatkan sinkronisasi dan penahanan belanja bantuan pemerintah sekaligus antisipasi dan mitigasi risiko dalam pelaksanaan APBN, bencana dan kegiatan mendesak lainnya. [azz]

Baca juga:
PNBP Ditargetkan Turun Jadi Rp426,3 Triliun di 2023, Ini Biang Keroknya
Pertama Kali Dalam Sejarah Indonesia, Target Pajak Capai Rp2.000 Triliun
Presiden Jokowi Paparkan Strategi Jadikan APBN 2023 Motor Penggerak Ekonomi
Pemerintah Siapkan Rp20,8 Triliun untuk Bangun Infrastruktur Ibu Kota Baru di 2023
Subsidi Energi di 2023 Hanya Rp210 Triliun, Harga BBM Pasti Naik?

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini