Bekraf tantang mahasiswa Unhas Makassar buat film lokal

Senin, 9 Oktober 2017 16:33 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Bekraf tantang mahasiswa Unhas Makassar buat film lokal 8 Film Indonesia sukses di luar negeri. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai industri perfilman lokal di Makassar sudah semakin maju. Bahkan, Makassar bisa disebut Hollywoodnya Indonesia karena perfilman lokal meningkat.

"Selain sektor kuliner, istimewanya buat Sulsel dibandingkan daerah lain, hari ini saya lihat perfilmannya cukup maju. Film lokalnya tumbuh dan orang lokal juga mau melihat produk (film) lokalnya. Sulsel kini salah satu 'Hollywoodnya' Indonesia. Saya kira itu modalitas yang bisa dikembangkan," ujar Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Fadjar Hutomo di Gedung IPTEKS Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Senin, (9/10).

Kegiatan Bincang Ekrafpreneur ini kerja sama dengan Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis Universitas Hasanuddin (Unhas) diikuti oleh 200 orang peserta PMW (Program Mahasiswa Wirausaha) dan matakuliah Kewirausahaan dari berbagai disiplin ilmu di UNHAS dengan tema subsektor film, aplikasi dan kuliner.

"Terbuka peluang bagi mahasiswa untuk berkompetisi membuat film, kita akan fasilitasi. Mereka punya ide, mereka presentasi, jualan di depan investor," jelasnya.

Secara umum, kata Fadjar, Perguruan Tinggi adalah salah satu tempat yang paling ideal untuk generating idea. Dia yakin, anak-anak muda yang ada di perguruan-perguruan tinggi, banyak sekali ide yang bisa mereka hasilkan untuk menyelesaikan problem di tengah masyarakat.

"Karena kalau bicara bisnis, itu bicara problem solving. Tidak ada problem, tidak ada bisnis. Gojek misalnya, bisa sebesar sekarang ini karena ada persoalan kemacetan di Jakarta. Jika kemacetan tidak ada, tidak ada bisnis. Sebenarnya hal sama juga terjadi di berbagai darrah, skala lokal maupun nasional," kata Fadjar.

Dia meyakini, para mahasiswa di Perguruan Tinggi sudah dibekali teori dan pengetahuan untuk bisa menyelesaikan masalah. Tinggal yang harus dilakukan adalah memfasilitasi untuk melihat problem di masyarakat, baik itu problem di industri maupun di masyarakat.

"Ini yang mungkin harus dipertemukan. Ajak mahasiswa untuk melihat apa program di industri. Boleh saja buat event, industri, disuruh cerita problemnya supaya memicu mahasiswa untuk memecahkannya jadi sebuah produk," tegas Fadjar.

[sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini