Bekraf nilai potensi besar bisnis aplikasi games di Indonesia

Kamis, 5 November 2015 22:18 Reporter : Hana Adi Perdana
Bekraf nilai potensi besar bisnis aplikasi games di Indonesia Ilustrasi main video games. Shutterstock/Axstokes

Merdeka.com - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menilai potensi bisnis aplikasi games di Indonesia sangat besar. Kini, potensi itu sedang dilirik Jerman.

"Potensi bisnis di Indonesia kalo dilihat penduduknya 250 juta. Terus kalo di internet ujarnya ada sekitar 70an juta, juga mobile subscribernya ada lebih dari 300 juta. Itu potensi market yang terbesar, " ujar Direktur Fasilitasi Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi Bekraf Muhammad Neil El Himam, di sela-sela acara Game Mixer, Jakarta Kamis (5/11).

Saat ini, Jerman tengah menggelar acara 'Jerman Fest' di Indonesia selama 3 bulan. "Mungkin mereka juga selain ekspansi pasar juga mau kerja sama dalam arti butuh talent, mereka juga scouting," paparnya.

"Kita ini masih levelnya hobi, artinya developernya banyak tapi yang militan tuh masih dikit. Biasanya level kalau seniman pembuat Game sama yang mau buat bisnis, bisa saja buat Game itu suatu kesenangan atau hobi, tapi kalau sudah serius mau jadikan bisnis ya harus belajar bisnisnya juga."

Neil juga menyayangkan pola pikir masyarakat yang masih beranggapan Games memberikan dampak negatif.

"Kadang orang masih berpikir karena Games orang jadi malas, tapi jadi bikin bodoh, padahal ada orang dari Games itu bisa hidup," tandasnya.

Saat ini, nilai pangsa pasar games di Tanah Air sebesar USD 0,4 miliar per tahun. Sumbangan ke penerimaan negara sebesar Rp 50 miliar-Rp 60 miliar per tahun. [yud]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini