BEI Perpanjang Batas Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Emiten

Jumat, 20 Maret 2020 16:24 Reporter : Anggun P. Situmorang
BEI Perpanjang Batas Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Emiten Peluncuran IDX30. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan beberapa keringanan bagi pemenuhan kewajiban perusahaan tercatat dalam rangka membantu emiten menghadapi pandemi Virus corona. Salah satunya dengan memperpanjang waktu penyampaian laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan interim I-2020.

Perpanjangan batas waktu penyampaian Laporan Keuangan Tahunan, Laporan Keuangan Interim I-2020 dan Laporan Tahunan bagi Perusahaan Tercatat melalui SPE-IDXnet, yaitu selama 2 bulan dari batas waktu penyampaian laporan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan BEI.

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono mengatakan, sehubungan dengan perpanjangan batas waktu tersebut, maka Bursa menyesuaikan pengenaan notasi khusus 'L' bagi perusahaan tercatat.

"Keringanan tersebut diberlakukan sejak tanggal 20 Maret 2020 berdasarkan Keputusan Direksi PT Bursa Efek Indonesia Nomor: Kep-00027/BEI/03-2020 tanggal 20 Maret 2020 perihal Relaksasi Batas Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Dan Laporan Tahunan," ujarnya melalui siaran pers, Jakarta, Jumat (20/3).

Pelonggaran ini dilakukan untuk memberikan waktu kepada perusahaan tercatat agar dapat menyampaikan informasi yang akurat kepada investor dengan tetap memperhatikan kondisi darurat yang sedang diberlakukan. Bursa mengimbau kepada publik agar senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perusahaan Tercatat.

Adapun kebijakan ini mengacu pada surat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2B Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor: S-45/PM.22/2020 tanggal 19 Maret 2020 mengenai relaksasi peraturan terkait kewajiban penyampaian laporan oleh Perusahaan Tercatat dan Penerbit dan sebagai upaya meringankan dampak yang timbul akibat kondisi darurat Covid-19 di Indonesia.

1 dari 1 halaman

Pergerakan Rupiah dan IHSG

dan ihsg rev1

Nilai tukar mata uang Garuda terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) terus mengalami tekanan. Pagi ini Rupiah dibuka melemah menjadi Rp15.963 per USD. Bersamaan dengan pelemahan nilai tukar, IHSG juga turut terperosok ke 3.933.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim, memprediksi nilai tukar Rupiah bisa merosot ke Rp16.500 per USD. Sementara itu, IHSG bisa menyentuh level 3.800. Kondisi tersebut diprediksi akan terjadi April mendatang.

"April IHSG kemungkinan menyentuh level terendahnya di 3.800, Rupiah di Rp16.500 per USD," ujar Ibrahim di Jakarta, Jumat (20/3).

Selain nilai tukar dan IHSG, harga minyak mentah dan emas internasional juga turut melemah. Masing-masing berada pada angka USD 18 per barel untuk minyak dan USD 1429 per troyounce untuk emas internasional. [idr]

Baca juga:
IHSG Anjlok 5 Persen, BEI Bekukan Perdagangan Saham
IHSG Turun 5 Persen, BEI Kembali Bekukan Sementara Perdagangan
Bos BEI Sebut Pembekuan Perdagangan Saham Bukan Protokol Krisis
BEI Soal IHSG Turun: di 2008 Bahkan Sampai 10 Persen
Redam Kepanikan, BEI Dorong Emiten Gelar Paparan Publik Insidentil
Bos BEI Soal IHSG Anjlok: Ini Saat Tepat untuk Mulai Belanja Saham

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Virus Corona
  3. Bursa Saham
  4. BEI
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini