BEI Beri Sinyal Panggil Manajemen Krakatau Steel Sebab Rugi Sejak 2012

Kamis, 11 April 2019 11:30 Reporter : Merdeka
BEI Beri Sinyal Panggil Manajemen Krakatau Steel Sebab Rugi Sejak 2012 baja. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) tercatat mengalami kerugian sejak tahun 2012 silam. Sampai dengan tahun lalu saja, Perseroan masih mencatat rugi sebesar USD 77,163 juta.

Direktur Penilaian PT Bursa Efek Indonesia (BEI), I Nyoman Gede Yetna mengatakan, otoritas bursa tidak akan serta-merta melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) hanya karena perusahaan mengalami rugi. Sebab, banyak aspek yang juga mesti dipertimbangkan. Misalnya, core business (bisnis inti) dari sebuah perusahaan.

"Saya pastikan, pertama kita lihat pergerakan atau progres per periode. Kita bandingkan per sektor. Misal sektornya memang lagi turun karena pricing, atau kebijakan-kebijakan tertentu sehingga industrinya tidak preferable berarti kan justifikasinya ada," tuturnya di Gedung BEI, Kamis (11/4).

Aspek lain yang turut diperhitungkan BEI adalah industri lain yang bergerak di sektor yang sama dengan Perseroan. "Tapi misal peernya lagi naik, tapi mereka (Krakatau steel) turun, maka kita akan masuk ke hearing masing-masing board of directornya (BOD), ini kenapa?" Jelasnya.

Kendati demikian, BEI membuka peluang untuk memanggil manajemen KRAS guna dimintai penjelasan terkait kerugian perusahaan yang berlangsung selama 7 tahun itu.

"Delisting itu kan tindakan luar biasa. Apakah ada tindakan panggilan atau obrolan, nanti saya pastikan Krakatau Steel ya," ucap dia.

Sebagai informasi, BUMN KRAS rugi pada 2012 sebesar USD 19,56 juta, 2013 sebesar USD 13,6 juta, kemudian 2014 naik menjadi USD 154,185 juta. Puncaknya terjadi 2015 yakni sebesar USD 326,514 juta.

Adapun mulai tahun 2016, KRASS menurunkan kerugian menjadi USD 180,724 juta, dan 2017 turun kembali menjadi sebesar USD 86,09 juta.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini