Baru 0,2 persen penduduk Indonesia paham pasar modal

Senin, 18 November 2013 11:57 Reporter : Sri Wiyanti
Baru 0,2 persen penduduk Indonesia paham pasar modal Bagian depan Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (c) merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah penduduk Indonesia yangpaham mengenai investasi pasar modal baru sekitar 500.000 orang, atau 0,2 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 250 juta orang.

Kepala Eksekutif OJK Bidang Pengawasan Pasar Modal, Nurhaida, menilai hal tersebut seharusnya menjadi tantangan bagi para manajer investasi atau fund manajer untuk meningkatkan kapitalisasi marketnya.

"Kita melihat tantangan meningkatkan jumlah investor domestik. Kita lihat offer all investor di Indonesia masih di bawah 1 persen dan pemilik reksa dana sekitar 300.00-an," ungkap Nurhaida di Hotel Le Meridien, Jakarta, Senin (18/11).

Nurhaida menilai, minimnya keterlibatan investor domestik yang terlibat di pasar modal, berpengaruh terhadap stabilitas pasar modal di Indonesia. Hal ini akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Nurhaida mendorong fund manager untuk meningkatkan variasi produk untuk menarik lebih banyak lagi investor domestik. "Peningkatan tidak lain adalah bagaimana fund manager kita memiliki program meningkatkan investor domestik," imbuh Nurhaida.

Saat ini, lanjut Nurhaida, OJK sedang membahas mengenai aturan penjualan produk reksa dana untuk dilakukan di perbankan. Hal ini guna meningkatkan penetrasi sektor pasar modal di Indonesia.

"Secara langsung terkait reksa dana di OJK sedang membahas peraturan membuka kesempatan lain seperti bank untuk menjual reksa dana. Tujuannya agar makin banyak pihak memasarkan reksa dana sampai ke pelosok sehingga jumlah investor semakin meningkat," tutup Nurhaida. [ard]

Topik berita Terkait:
  1. OJK
  2. Bursa Saham
  3. Pasar Modal
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini