Baran Energy Luncurkan Baterai Listrik Pakai Tenaga Matahari

Kamis, 18 Juli 2019 13:02 Reporter : Anggun P. Situmorang
Baran Energy Luncurkan Baterai Listrik Pakai Tenaga Matahari Founder dan CEO Baran Energy Victor Wirawan. ©2019 Merdeka.com/Anggun P Situmorang

Merdeka.com - PT Aldebaran Rekayasa Cipta (Baran Energy) meluncurkan teknologi energi baru dan terbarukan (EBT) berupa energy storage system yaitu baterai penyimpanan energi skala besar mengandalkan energi yang bersumber dari matahari, angin, dan air.

Produk ini disebut akan membantu program pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi yang bersumber dari EBT yang ditargetkan mencapai 23 persen pada 2025 mendatang.

Founder dan CEO Baran Energy, Victor Wirawan, yang memimpin pengembangan baterai ini bersama puluhan anak-anak negeri yang berbakat lainnya saat ini sedang mengembangkan tiga varian produk teknologi energi yang tergolong ramah lingkungan, yaitu PowerWall berkapasitas 8.8 KWh, PowerPack 126 Mb, dan PowerCube 1.2 MWh. Ketiga perangkat ini dapat digunakan, mulai dari rumah tinggal, pabrik, real estate, perkebunan, pertambangan, hingga industri sekala besar.

"Produk yang kami launching hari ini adalah PowerWall, yakni baterai dengan kapasitas 8.8 KWh. Peluncuran teknologi ini juga selaras dengan komitmen pemerintah yang terus mendorong pemakaian energi yang bersumber dari EBT yang Iebih ramah lingkungan," ujar Victor saat acara launching, di Jakarta, Kamis (18/7).

Victor mengatakan, proses pengalihan pemanfaatan sumber energi berbasis fosil ke EBT di Indonesia memerlukan waktu, sama seperti di sejumlah negara Eropa dan China. Namun, pada waktunya, sumber-sumber energi berbasis fosil akan tergantikan oleh sumber energi terbarukan.

"Keinginan untuk membuat baterai sudah cukup lama, tetapi baru terealisasi beberapa waktu terakhir. Sebab, tidak mudah membuat baterai tersebut, karena dibutuhkan Research and development (R&D) yang mendalam dan memakan waktu. Selain itu, biaya produksinya juga cukup besar," jelasnya.

Namun demikian, sambung Victor, masyarakat luas masih bisa menggunakan alat tersebut, sebab pihaknya telah menyediakan Program Rp 1. Pihaknya mencoba melakukan inovasi model kepemilikan, bagaimana supaya teknologi ini menjadi terjangkau, sehingga lebih banyak lagi orang yang bisa berpindah ke energi terbarukan.

Program ini diharapkan dapat membantu percepatan peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan. "Visi kami adalah mendorong penggunaan energi terbarukan dan mobilitas elektrik di Indonesia, namun menyediakan teknologinya saja tidaklah cukup," tandasnya. [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini