Bappenas Soal Kementerian Investasi dan Ekspor: Tinggal Menunggu Waktu

Rabu, 13 Maret 2019 16:44 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Bappenas Soal Kementerian Investasi dan Ekspor: Tinggal Menunggu Waktu Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mempertimbangkan pembentukan kementerian khusus investasi dan ekspor. Hal ini diungkapkan karena menurutnya laju investasi dan ekspor belum terlalu cepat.

Gagasan ini diungkapkan Presiden Jokowi di hadapan ratusan investor dalam acara Peresmian Pembukaan Rakornas Investasi 2019 yang diselenggarakan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di ICE BSD, Tangerang Selatan, Banten.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menjelaskan bahwa dasar pemikiran tersebut yakni fokus presiden untuk mendorong naiknya pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi kita yang agak susah lebih cepat, di sekitar 5,1- 5,2 persen dan ketika dibicarakan ternyata penyebabnya adalah pertumbuhan ekspor yang relatif lemah serta pertumbuhan investasi yang sebenarnya tidak jelek tapi mungkin ingin lebih cepat lagi," ungkap Menteri Bambang, di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (13/3).

Menurut dia, pembentukan dua kementerian investasi dan ekspor tersebut tinggal menunggu waktu. Meskipun demikian, pemerintah tetap memerhatikan struktur kementerian yang sudah ada saat ini.

"Itu tinggal menunggu waktu, kita lihat dulu tentunya harus kan diperhatikan juga struktur kementerian yang ada sekarang. Tapi intinya, dasarnya yang itu tadi supaya kita bisa benar-benar merespons dengan baik dinamika global," jelasnya.

Mantan Menteri Keuangan ini menyatakan, Presiden Jokowi ingin agar sesuatu yang berhubungan pasar dunia ditangani oleh suatu institusi yang solid. "Beliau melihat karena ekspor dan investasi ini dua-duanya adalah tergantung faktor eksternal. Kalau ekspor kan tergantung demand dari negara lain. Investasi karena kita juga sangat membutuhkan FDI juga butuh kekuatan modal dari negara lain," jelas dia.

"Inginnya beliau fokus sesuatu yang berhubungan dengan global market, ditangani oleh satu institusi yang solid. Intinya sih itu," imbuhnya. [bim]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini