Banyak Tebar Insentif, Negara Kehilangan Rp221 Triliun di 2018

Rabu, 21 Agustus 2019 11:43 Reporter : Anggun P. Situmorang
Banyak Tebar Insentif, Negara Kehilangan Rp221 Triliun di 2018 Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa negara kehilangan pendapatan Rp212 triliun pada 2018 akibat pemberian berbagai insentif perpajakan atau tax expenditure bagi dunia usaha. Adapun pemberian insentif tersebut dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

"Tax expenditure Rp221 triliun atau 1,5 persen dari GDP. Artinya potensi penerimaan Rp221 triliun yang tidak kita ambil atau collect di dalam angka fasilitas ke masyarakat dan dunia usaha. Angka ini lebih tinggi dari 2017 yang capai Rp196 triliun," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/8).

Tax expenditure merupakan penerimaan perpajakan yang hilang atau berkurang akibat adanya ketentuan khusus yang berbeda dari sistem pemajakan secara umum yang menyasar sebagian subjek dan objek pajak dengan persyaratan tertentu.

Beberapa waktu belakangan, pemerintah diketahui telah menebar berbagai insentif perpajakan seperti tax holiday, tax allowance, mini tax holiday dan super deduction tax. Insentif tersebut ditujukan kepada investor atau pengusaha dengan persyaratan besaran investasi.

"Kita juga berikan fasilitas seperti tax holiday dan allowance maupun insentif pajak dalam bentuk super deduction untuk bidang yang dianggap fundamental, seperti litbang untuk tingkatkan daya saing," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut menambahkan, pemberian insentif tersebut dilakukan oleh pemerintah salah satunya untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul dan berdaya saing melalui pendidikan vokasi.

"Bidang training dari sisi vokasi untuk meningkatkan kemampuan SDM. Hal ini yang akan dilakukan dalam rangka formulasikan kebijakan penerimaan negara yang tidak hanya fokus pada penerimaan juga respons ke kebutuhan," tandasnya. [idr]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini