KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Banyak masyarakat bawah naik kelas, permintaan minyak dunia diprediksi terus meroket

Kamis, 14 September 2017 14:20 Reporter : Siti Nur Azzura
Ilustrasi Migas. shutterstock.com

Merdeka.com - Kepala Ekonom British Petroleum (BP) Group, Spencer Dale memprediksi permintaan minyak dunia akan terus meningkat hingga 20 tahun mendatang. Hal ini diakibatkan banyaknya permintaan minyak dari negara-negara berkembang, seperti China, India, dan Indonesia.

Dia mencatat, permintaan minyak tumbuh 1,6 juta bopd di 2016, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata sekitar 1 juta bopd. Tingginya permintaan minyak ini berpengaruh terhadap harga minyak dunia, di mana saat harga rendah maka konsumsi minyak akan lebih banyak.

"Permintaan, kami harapkan akan terus tumbuh selama 20 tahun ke depan. Meski laju pertumbuhannya bisa melambat maka akan terus bertambah," kata Dale di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Kamis (14/9).

Menurutnya, faktor pendorong tumbuhnya permintaan minyak di negara-negara berkembang tersebut dikarenakan semakin tingginya tingkat populasi di negara-negara tersebut. Di mana populasi dunia akan didominasi oleh masyarakat usia produktif yang menghasilkan penghasilan tinggi.

"Sebanyak 2 miliar orang akan terangkat dari pendapatan rendah sampai menengah dalam 20 tahun ke depan. Mereka bisa membeli sepeda motor pertama mereka lalu mobil pertama mereka dan meningkatkan permintaan energi," imbuhnya.

Meski begitu, dia memperkirakan dunia tidak akan kekurangan pasokan minyak ke depannya. "Perkiraan kami untuk total dunia, bisa jadi 500 juta barel stok minyak berlebih di dunia saat ini. Dan itulah fokus pasar minyak saat ini," jelas Dale. [idr]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.