Banyak kasus investasi bodong, OJK ajak masyarakat lebih cerdas

Minggu, 17 November 2013 19:05 Reporter : Nurul Julaikah
Banyak kasus investasi bodong, OJK ajak masyarakat lebih cerdas investasi. shutterstock

Merdeka.com - Rendahnya pengetahuan tentang industri keuangan dan produk-produknya, membuat masyarakat mudah tergelincir pada produk investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam jangka pendek tanpa mempertimbangkan risikonya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Asosiasi Lembaga Jasa Keuangan (LJK) dari seluruh industri keuangan (perbankan, asuransi, pasar modal, pembiayaan, pegadaian, dan dana pensiun) meluncurkan program Strategi Nasional Literasi Keuangan.

"Misi dari literasi keuangan ini adalah melakukan edukasi di bidang keuangan kepada masyarakat Indonesia agar dapat mengelola keuangan secara cerdas. Meningkatkan akses informasi dan penggunaan produk jasa keuangan melalui pengembangan infrastruktur pendukung literasi keuangan," ujar Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti S Soetiono di Jakarta, Minggu (16/11).

Kusumaningtuti menyebutkan beberapa perusahaan yang menawarkan investasi bodong. Sepanjang 2013 ada kasus Rayhan Jewelry dan Golden Traders Indonesia serta Virgin Gold Corporation yang menawarkan investasi emas bodong. Tahun-tahun sebelumnya, korban penipuan tawaran investasi juga terjadi dalam kasus PT QSAR, Gamasmart, Koperasi Langit Biru dan Cahaya Forex.

Berangkat dari kasus itu, pada program strategi ini dicanangkan tiga pilar utama untuk memastikan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan yang ditawarkan oleh lembaga jasa keuangan. Pilar pertama, mengedepankan program edukasi dan kampanye nasional literasi keuangan.

Pilar kedua, berbentuk penguatan infrastruktur literasi keuangan. Kemudian, pilar ketiga berbicara tentang pengembangan produk dan layanan jasa keuangan yang terjangkau.

"Penerapan ketiga pilar tersebut untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang memiliki tingkat literasi keuangan yang tinggi sehingga masyarakat dapat memilih dan memanfaatkan produk dan jasa keuangan guna meningkatkan kesejahteraan," jelasnya.

Baca Juga:
OJK dorong masyarakat Indonesia melek produk jasa keuangan
Harga saham tengah baik, reksa dana raup dana kelolaan Rp 200 T
BI kebut rampungkan izin akuisisi bank sebelum 2014 [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini