Bantuan Pemerintah Sangat Banyak dan Beragam Dinilai Tak Efektif di Masyarakat

Rabu, 15 Juli 2020 18:10 Reporter : Merdeka
Bantuan Pemerintah Sangat Banyak dan Beragam Dinilai Tak Efektif di Masyarakat Pembagian BLT. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Menurunnya daya beli atau permintaan masyarakat selama pandemi berimbas pada cash flow pelaku usaha UMKM. Turunnya daya beli masyarakat disebabkan berkurangnya pendapatan akibat diberhentikannya sejumlah pekerjaan, di mana mereka bisa mendapat uang untuk dibelanjakan.

Pengamat Ekonomi, Piter Abdullah menyoroti hal ini sebagai permasalahan dalam likuiditas. Maksudnya, demand ini, kata Piter juga termasuk dalam likuiditas.

"Permasalahan utamanya adalah likuiditas, di mana demand itu likuiditas juga. Kalau kita ingin mendorong adanya demand, perlu ada likuiditas, khususnya di konsumsi rumah tangga," kata Piter dalam Webinar 'Langkah Penting Perbankan dalam Mendorong Bisnis UMKM di Masa Pandemi', Rabu (15/7).

"Artinya, mereka yang kehilangan income atau berkurangnya income itu perlu ada bantuan. Maka perlu sekali ada bantuan sosial," imbuhnya.

Namun, yang menjadi persoalan saat ini adalah penyaluran atau realisasi dari bantuan tersebut terbilang lambat. Juga banyak terjadi kerancuan di masyarakat akar rumput, mengakibatkan bantuan ini menjadi kurang efektif.

"Kritik saya kepada pemerintah, Pemerintah itu terlalu kebanyakan skin dalam memberikan bantuan," kata Piter.

Disebutkannya, ada skin sembako, ada skin bantuan langsung tunai (BLT), ada PKH, "kenapa itu tidak dijadikan satu. Sehingga lebih mudah, dan penyalurannya lebih cepat," sambung dia.

Baca Selanjutnya: Pelonggaran PSBB...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini