Bantu Atasi Masalah Sampah, Podomoro City Terapkan Program Green Waste

Jumat, 29 Maret 2019 15:35 Reporter : Idris Rusadi Putra
Bantu Atasi Masalah Sampah, Podomoro City Terapkan Program Green Waste Penanganan Sampah. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi pengelola kawasan Podomoro City, PT Inner City Management (ICM), dalam mengelola sampah di setiap apartemen melalui program Green Waste. Langkah ini dinilai turut membantu Pemprov untuk mengendalikan jumlah sampah di Jakarta yang kian parah.

"Persoalan sampah ini tidak sederhana, ini sesuatu yang luar biasa," kata Ketua Tim Ahli Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta, Temmy Kendra Putra saat berkunjung ke kawasan Podomoro City.

Saat ini, Temmy menjelaskan, sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang sudah setinggi 41 meter. Karena itu, perlu adanya dukungan aktif dari berbagai pihak untuk mengurai masalah ini. "Jadi, sampah ini mesti direduksi dari awal. Mari bersama belajar, lihat, serta duplikasi dari yang sudah dilakukan oleh ICM," tegas dia.

Chief Operating Officer ICM, Krisdianto menjelaskan, pihaknya menggandeng warga apartemen, pemilik ruko, dan pemulung untuk mendukung program Green Waste. "Sebelum adanya ide ini, ada jarak antara warga dengan pemulung. Warga menilai di sini banyak sampah bernilai dan pengelola melarang pemulung masuk sehingga sering terjadi bentrok," kata dia.

Karena melihat adanya dampak sosial yang tinggi, ICM akhirnya menggandeng pemulung untuk memilah sampah-sampah dari warga. Untuk sampah anorganik, Krisdianto menambahkan, pemulung sepenuhnya yang mengelola dan menjualnya kepada pengepul.

"Sementara yang organik, mereka juga mengelola untuk dijadikan pupuk kompos dan gas metana. Kompos digunakan untuk tanaman karena kami punya urban farming di setiap roof top apartemen yang dikelola ICM," terangnya.

Koordinator Estate and Green Waste ICM, Kadek R Biantara menambahkan, konsep yang diterapkan dalam pengelolaan sampah oleh ICM menganut konsep 4R, yaitu Reuse, Reduce, Recycle dan Replant. Konsep tersebut diterapkan bersama-sama dengan 4G yaitu Green City, Green Waste, Green Water dan Green Energy.

"Kami ikut mengurangi beban sampah ke Bantar Gebang. Dengan program Green Waste ini, kami juga ingin tumbuhkan simbiosis mutualisme," kata Kadek dikutip keterangannya.

Setelah pupuk kompos, ICM kini ingin menjalin kerja sama dengan komunitas Get Plastic (Gerakan Tarik Plastik). "Nantinya, sampah dari plastik ini akan dibakar dan hasilnya dijadikan bahan bakar untuk mesin potong rumput. Jadi ini tentunya akan mengurangi biaya lagi," katanya.

Selain Green Waste, ICM juga menjalankan program #TrashForCash. Dalam program ini, ICM mengajak warga mengumpulkan sampah botol plastik untuk ditukarkan dengan voucher GO-PAY. “Antusias warga luar biasa. Program ini bekerja sama dengan Yayasan APL, Adhi Karya Utama, dan GOJEK. Jadi ini kegiatan yang tidak konvensional,” kata Kadek.

Perwakilan warga, Henggarwati, turut memberikan apresiasi kepada ICM dan PT Agung Podomoro Land Tbk upaya inovatif dalam pengelolaan sampah. "Saya pikir program-program ini inovatif dan di Indonesia baru ICM dan APL saja yang melakukannya. Jadi ini bisa menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang inklusif, modern, dan inovatif," ujar Henggarwati yang Royal Mediterania Garden Residences. [idr]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini