Bank Tanah di UU Cipta Kerja Buat Pembangunan Rumah di Kota Lebih Murah

Senin, 19 Oktober 2020 18:32 Reporter : Sulaeman
Bank Tanah di UU Cipta Kerja Buat Pembangunan Rumah di Kota Lebih Murah Perumahan. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida mendorong pemerintah segera menyusun aturan pelaksana bank tanah dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP). Menyusul telah disahkannya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang di dalamnya mewajibkan negara membentuk institusi tersebut.

Menurutnya, manfaat bank tanah tidak hanya digunakan untuk kepentingan umum semata, namun juga kepentingan sosial seperti perumahan rakyat. Imbasnya biaya pembangunan rumah di perkotaan bisa menjadi lebih murah.

"Loh ya kita inginkan agar aturan turunan PP bank tanah dalam UU Cipta Kerja segera dibuat. Secara saya lihat untuk di properti ini positif. Misalnya bank tanah ini memuat juga soal ketentuan bagi perumahan rakyat," ujar dia kepada Merdeka.com, Senin (19/10).

Totok mengatakan, ketentuan mengenai bank tanah dalam UU kontroversial tersebut dinilai sebagai solusi untuk mengatasi krisis lahan Di kota besar. "Jadi, jangan berpikiran untuk bangun mal atau untuk infrastruktur saja," jelas dia.

Mengingat, bank tanah juga harus mengalokasikan sebagian dari total lahan yang telah dikuasai negara untuk perumahan rakyat dan reformasi agraria. Sehingga implementasi bank tanah dianggap sebagai peluang baru bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah untuk memiliki hunian di tengah kota.

"Karena kan tadi ada aturan alokasi bagi perumahan rakyat. Sehingga tidak ada lagi biaya mahal untuk membeli lahan bagi hunian masyarakat kelas bawah di perkotaan. Itu poinnya," tutupnya.

Baca Selanjutnya: Pembangunan Rumah Lebih Murah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini