Bank Indonesia Yakin Rupiah Bisa Menguat di Kisaran Rp15.000/USD Hingga Akhir 2020

Kamis, 2 April 2020 11:26 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bank Indonesia Yakin Rupiah Bisa Menguat di Kisaran Rp15.000/USD Hingga Akhir 2020 Gubernur BI, Perry Warjiyo saat menyampaikan media briefing. ©2020 dok.Bank Indonesia

Merdeka.com - Pemerintah kemarin telah membuat skenario terburuk terkait perkembangan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Yakni Rp17.500 per USD dalam skenario buruk dan Rp20.000 dalam skenario terburuk.

Bank Indonesia menyampaikan, perhitungan tersebut bukanlah sebuah proyeksi, melainkan hanya skema perumpamaan (what if). Adapun bank sentral mengkaji nilai tukar Rupiah dapat terus stabil pada kisaran Rp15.000 hingga akhir 2020.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan nilai tukar Rupiah saat ini memadai levelnya. Menurutnya, BI terus melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah agar bergerak stabil.

"Stabilitas yang dalam seminggu terakhir berjalan dengan baik, di pasar modal dan pasar keuangan bisa kita jaga. Dengan itu, kami punya keyakinan tidak hanya bergerak stabil, bahkan cenderung menguat sampai Rp15.000 sampai akhir tahun ini," tuturnya dalam sesi teleconference, Kamis (2/4).

Perry menambahkan, proyeksi itu turut terbangun berkat adanya kepercayaan dari investor dan pasar yang telah terbangun, sehingga ada kecenderungan kurs Rupiah akan menguat di akhir tahun nanti mengarah ke Rp15.000 per USD.

"Kami perlu mempertegas apa yang disampaikan dalam sesi teleconference kemarin, khususnya dengan angka makro ekonomi. Perlu ditekankan, angka makro adalah what if skenario, bukan proyeksi," tegas dia.

Tak hanya itu, dia menyebutkan, pemerintah terus berupaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi negara agar tidak lebih rendah dari 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kita dengan berbagai policy yang insya Allah dilakukan baik, pertumbuhan ekonomi kita upayakan akan tidak lebih rendah dari 2,3 persen PDB, dengan langkah stimulus fiskal dan stabilitas di sektor keuangan dan nilai tukar rupiah," ungkapnya.

"Nilai tukar yang kemarin disebutkan, Rp17.500 sampai 20.000 itu adalah what if skenario, bukan proyeksi. Kami yakini nilai tukar Rupiah saat ini memadai," dia menandaskan.

1 dari 1 halaman

Kondisi yang Membuat Rupiah Terperosok Hingga Rp20.000 per USD

membuat rupiah terperosok hingga rp20000 per usd rev1

Pemerintah memperkirakan nilai tukar Rupiah akibat dampak pandemi virus corona atau Covid-19 bisa mencapai Rp17.500 per USD di tahun ini. Sementara dalam skenario terburuknya Rupiah bisa mencapai Rp20.000 per USD.

Direktur Riset Center of Reform on Economy (CORE), Piter Abdullah, menilai pergerakan Rupiah yang mencapai Rp20.000 per USD bukan tidak mungkin. Menurutnya, itu bisa terjadi akibat adanya kepanikan di pasar keuangan global.

"Pergerakan Rupiah lebih didorong oleh faktor global. Skenario terburuk terjadi ketika terjadi kepanikan dipasar keuangan global akibat tidak tertanggulanginya wabah corona di berbagai negara khususnya negara-negara besar Amerika dan Eropa," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Kamis (2/4).

Peter menyebut ketika terjadi kepanikan pasar keuangan global maka tidak ada yang bisa menahan nya. Menurutnya satu-satunya peluang menahan itu adalah dengan fokus mengatasi wabah Corona di dalam negeri.

"Ketika kita bisa membuktikan bahwa Indonesia mampu dengan cepat menanggulangi wabah corona dan perekonomian domestik bisa kembali recovery, aliran keluar modal asing akan tertahan dan rupiah akan relatif stabil," kata dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

[bim]

Baca juga:
Jokowi Instruksikan Terawan Selesaikan Aturan Kriteria Penetapan PSBB dalam 2 Hari
Jokowi: Pemudik dari Jabodetabek Jadi ODP, Harus Isolasi Mandiri
Skenario Terburuk Ekonomi RI Dinilai Bikin Pemerintah Lebih Hati-Hati
Maklumat Kapolri Senjata Bubarkan Resepsi Pernikahan Warga, Tapi Tidak Anggotanya
Kisah Sopir Ojek Online di Tengah Virus Corona, Didatangi Suruh Bayar Sewa Kontrakan
Penuhi Pasokan Masyarakat, Kemenperin Jaga Produktivitas Industri Mamin
RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Rawat 449 Pasien, Dua Orang Minta Isolasi Mandiri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini