Bank Indonesia: Pemda Ujung Tombak Pengendalian Inflasi

Jumat, 9 Desember 2022 10:22 Reporter : Anisyah Al Faqir
Bank Indonesia: Pemda Ujung Tombak Pengendalian Inflasi Deputi Gubernur BI Destry Damayanti. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Bank Indonesia (B() menekankan bahwa penyelesaian tingginya inflasi bisa dilakukan dengan kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menyebut pemerintah daerah menjadi kunci utama pengendalian inflasi. Sebab inflasi pangan menjadi faktor pendorong utama kenaikan inflasi secara nasional.

"Saya yakin sekali masalah inflasi pangan ini akan bisa terkendali, karena memang pada akhirnya inflasi pangan ini ada di daerah dan tidak semua bisa di-mapping dari pusat," kata Destry dalam acara Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Wilayah Bali Nusra di Bali, Jumat, (9/12).

Destry menuturkan, pada Agustus 2022 lalu, tingkat inflasi pangan mencapai titik tertingginya yakni 12 persen. Hal ini pun membuat Presiden Joko Widodo turun tangan dengan memerintahkan dibentuknya tim pengendali inflasi.

"Pada saat itu Presiden langsung mengadakan rapat dan kita semua diundang saya mewakili Gubernur. Arahan beliau jelas sekali. Kita tidak bisa bermain main dengan inflasi ini," ungkap Destry.

2 dari 2 halaman

Inflasi Tinggi jadi Musuh Bersama

Dunia ekonomi menganggap inflasi sebagai penyakit yang harus dihindari karena bisa mengganggu tingkat kesejahteraan masyarakat. Daya beli masyarakat bisa turun ketika harga-harga naik, namun pendapatan masyarakat tetap.

"Inflasi menyebabkan harga naik, kalau harga naik pendapatan kita tidak naik, akhirnya daya beli dari pendapatan kita mengurang," kata Destry.

Bukan hanya mengurangi daya beli masyarakat, kenaikan inflasi yang tinggi kata Destry bisa berakibat fatal. "Kalau ini terus tidak bisa terkendali pada akhirnya adalah instabilitas sosial ini bisa mengarah ke yang lain-lain," kata dia.

Oleh karena itu, Pemda memiliki peran yang penting dalam mengendalikan inflasi. Mengingat bahan pangan banyak dihasilkan dari daerah. Selain itu menggalakkan kembali kerja sama antar daerah untuk saling memenuhi kebutuhan yang tidak bisa diproduksi sendiri.

"Pemda harus punya mapping, mana yang jadi lumbung pangan, dan tingkatkan perdagangan antar daerah atau wilayah. Makanya kita harapkan peran aktif Pemda mau provinsi atau kabupaten/kota untuk bersama-sama menangani inflasi," pungkasnya. [idr]

Baca juga:
E-Commerce Penting Jaga Ekonomi dan Inflasi Tetap Stabil
Tak Hanya Beri Bantuan untuk Warga Miskin, Ini Cara Pemkab Trenggalek Tekan Inflasi
AHY di Hadapan Mahasiswa Unwira Kupang: Kondisi Ekonomi Sedang Inflasi, UMKM Terpukul
Airlangga Prediksi Inflasi Capai di 5,5 Persen di Akhir 2022
Jokowi Minta Kemendagri Ingatkan Kepala Daerah soal Pengendalian Inflasi
Inflasi dan Suku Bunga Tinggi Masih Hantui Ekonomi Global di 2023
Jokowi Minta Evaluasi Inflasi Dilakukan Setiap Pekan Seperti Penanganan Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini