Bank Indonesia: Pandemi Buat Defisit Fiskal Negara Maju Melebar Sampai 10 Persen

Selasa, 4 Mei 2021 17:00 Reporter : Anisyah Al Faqir
Bank Indonesia: Pandemi Buat Defisit Fiskal Negara Maju Melebar Sampai 10 Persen Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pandemi Covid-19 memaksa berbagai negara di belahan dunia untuk memperbesar defisit fiskal, mempercepat quantitative easing dan menurunkan suku bunga acuan kredit. Ini dilakukan karena pandemi Covid-19 mematikan perekonomian dengan cara membatasi pergerakan manusia.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo mengatakan, negara maju memperlebar defisit fiskal mencapai 10 persen. Sedangkan negara berkembang memperlebar defisitnya antara 4 persen sampai 6 persen.

"Defisit fiskal di berbagai negara maju sudah sampai 10 persen. Kalau negara emerging ini sekitar 4 sampai 6 persen," kata Doddy dalam Webinar Menakar Efektivitas Stimulus Ekonomi, Jakarta, Selasa (4/5).

Doddy mengatakan, saat ini Indonesia telah memperlebar defisit fiskal hingga 5,7 persen. Selama tahun 2020 bank Indonesia telah melakukan quantitative easing hingga 4,7 persen. Lalu hingga Februari 2021 sudah tembus 5 persen.

"Quantitative easing dari BI sendiri tembus angka 5 persen dari awal pandemi Februari 2020 sampai dengan posisi yang terakhir," kata dia.

Penurunan suku bunga kredit juga dilakukan berbagai negara di dunia. Secara global penurunan suku bunga tiap negara berkisar antara 50 bps sampai 300 bps. Penurunan suku bunga acuan ini akan terus dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

Sayangnya penurunan suku bunga berbalik dengan permintaan pembiayaan. Berbagai negara kawasan mengalami penurunan permintaan kredit perbankan seperti Eropa Selatan dan kawasan Eropa Barat. Pelemahan permintaan kredit ini tidak hanya disebabkan pandemi, melainkan sebagai dampak perang dagang di tahun 2019.

"Masalah proteksi perdagangan yang jadi warna dan ekonomi 2019 ini melemah tetapi juga di pucuk 2019 dan ekonomi awal 2020 ini ekonomi sudah membaik," kata dia.

Baca Selanjutnya: Return to Asset...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini