Bank Indonesia Nilai Rupiah Masih Berpeluang Lanjutkan Penguatan

Kamis, 18 Juni 2020 17:47 Reporter : Anisyah Al Faqir
Bank Indonesia Nilai Rupiah Masih Berpeluang Lanjutkan Penguatan Gubernur BI Perry Warjiyo saat prescon hasil RDG. ©2020 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terus menguat seiring berlanjutnya aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik. Penguatan Rupiah ditopang meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan tingginya daya tarik aset keuangan domestik.

"Termasuk terjaganya kepercayaan investor asing terhadap prospek kondisi ekonomi Indonesia," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (18/6).

Sampai dengan 17 Juni 2020, nilai tukar Rupiah mengalami apresiasi sebesar 3,75 persen secara point to point atau 5,69 persen secara rerata dibandingkan dengan level Mei 2020. Meskipun masih terdepresiasi sebesar 1,42 persen bila dibandingkan dengan level akhir 2019.

Bank Indonesia memandang level nilai tukar Rupiah secara fundamental masih undervalued. Sehingga berpotensi terus menguat dan dapat mendukung pemulihan ekonomi domestik.

Potensi penguatan nilai tukar Rupiah didukung oleh beberapa faktor fundamental, seperti inflasi yang rendah dan terkendali, defisit transaksi berjalan yang rendah. Lalu imbal hasil aset keuangan domestik yang kompetitif, dan premi risiko Indonesia yang mulai menurun.

Untuk mendukung efektivitas kebijakan nilai tukar, Bank Indonesia terus mengoptimalkan operasi moneter guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar dan ketersediaan likuiditas baik di pasar uang maupun pasar valas.

1 dari 1 halaman

Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp14.077 per USD

rupiah menguat tipis ke level rp14077 per usd

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup menguat tipis dalam perdagangan hari ini, Kamis (18/6). Dalam penutupan perdagangan hari ini, mata uang Garuda menguat tipis sebesar 5 poin di level Rp14.077 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, dampak pandemi Virus Corona membawa perekonomian secara global mengalami penurunan yang signifikan bahkan Bank Dunia, IMF maupun OECD secara berjamah merevisi pertumbuhan ekonomi baik di AS, Eropa maupun Asia terutama Indonesia.

"Guna terus mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global yang diakibatkan oleh penyebaran Virus Corona, ini sejalan dengan konsistensi pemerintah melalui berbagai strategi," ujarnya dalam riset harian.

Ibrahim melanjutkan, dengan adanya sentimen positif Rupiah sangat wajar kalau Bank Indonesia hari ini memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps, dari sebelumnya 4,50 persen menjadi 4,25 persen.

"Ke depan, Bank Indonesia tidak menutup kemungkinan untuk kembali menurunkan suku bunga acuan. Ini karena tekanan inflasi domestik yang rendah, tekanan eksternal yang mereda, dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih lanjut," paparnya.

[bim]

Baca juga:
Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp14.077 per USD
Dibuka Menguat, Rupiah Bergerak Melemah ke Rp14.077 per USD
Rupiah Ditutup Menguat Tipis ke Level Rp14.082 per USD
Ada Pembukaan Mal, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.090 per USD
Respons Mal dan Perkantoran Dibuka, Rupiah Menguat Tipis ke Level Rp14.155 per USD
Dibuka Menguat, Rupiah Bergerak Melemah ke Rp 14.135 per USD
Khawatir Gelombang Kedua Covid-19, Rupiah Merosot ke Level Rp14.133 per USD

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini