Bank Indonesia catat inflasi minggu pertama November 0,16 persen

Jumat, 9 November 2018 14:34 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bank Indonesia catat inflasi minggu pertama November 0,16 persen Gubernur BI Perry Warjiyo. ©2018 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) mencatat Survei Pemantauan Harga (SPH) pada minggu pertama November 2018 terjadi inflasi 0,16 persen secara month to month. Sementara, secara year to date (ytd) tercatat 2,39 persen dan secara year on year sebesar 3,12 persen.

"Kalau terkait dengan inflasi berdasarkan survei pemantauan harga minggu pertama November ini inflasinya masih cukup rendah 0,16 persen. Itu berdasarkan survei pemantauan harga BI minggu satu November ini," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, saat ditemui di Kompleks Masjid BI, Jakarta, Jumat (9/11).

Perry menyatakan, dengan angka tersebut, menunjukkan bahwa inflasi semakin terjaga rendah dan stabil. Sehingga inflasi pada akhir tahun diproyeksikan masih akan berada di bawah 3,5 persen.

"Dengan perkembangan inflasi yang rendah ini, kami perkirakan akhir tahun inflasi itu akan lebih rendah lagi dari perkiraan kami semula akhir tahun itu bisa 3,2 persen yoy," imbuhnya.

"Sehingga ini juga akan mendorong bahwa tekanan inflasi 2019 juga lebih rendah dari perkiraan kami sebelumnya. 2019 perkirakan 3,6 persen," sambungnya.

Adapun faktor penyumbang terjadinya inflasi pada minggu pertama November ini antara lain komoditas bawang merah, beras, bensin, emas perhiasan. "Kalau deflasinya tercatat ayam ras, kemudian terkait juga sayur-sayuran," pungkasnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini