Bank Dunia Revisi Pertumbuhan Ekonomi Global, Sri Mulyani Mulai Waspada

Jumat, 10 Januari 2020 13:26 Reporter : Anggun P. Situmorang
Bank Dunia Revisi Pertumbuhan Ekonomi Global, Sri Mulyani Mulai Waspada Sri Mulyani. ©Instagram Sri Mulyani

Merdeka.com - Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2020 menjadi 2,5 persen. Sebelumnya, Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini sebesar 2,7 persen.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, revisi pertumbuhan ekonomi tersebut seiring dengan terjadinya berbagai konflik di berbagai negara terutama Iran dengan Amerika Serikat. Untuk itu, Indonesia masih terus mewaspadai segala kemungkinan yang bisa terjadi.

"Global environment ini tadinya diharapkan 2020 lebih positif, dibuka dengan, belum ada dua minggu, terjadinya perang yang memang tadi malam Trump buat statement tidak akan eskalasi," ujar Sri Mulyani ditulis Jumat (10/1).

"Tapi dengan pattern selama ini kita lihat ketidakpastian akan muncul terus. Jadi kita harus tetap waspada terhadap itu. Artinya warning 2020, risiko yang muncul di 2020 akan tetap dinamis seperti di 2019," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Ketegangan Amerika Serikat

Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi melambat karena adanya ketegangan di Amerika Serikat yang tengah menghadapi siklus pemilu. Selain itu, beberapa negara lain di dunia juga menghadapi ruang fiskal dan moneter yang terbatas.

"Banyak negara dalam kondisi fiskal room dan monetary room cukup terbatas jadi mereka belum bisa meningkatkan ekonomi secara lebih signifikan lah dan itu harus jadi perhatian kita. Kita tetap saja domestik harus fokus gunakan semua instrumen untuk menjaga," paparnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut melanjutkan, Indonesia akan terus berupaya menjaga agar ekonomi domestik tidak terpengaruh cukup dalam. Dia menambahkan, Indonesia kini tengah membenahi ekonomi dalam negeri yang sempat terguncang di 2018 dan 2019.

"Kalau dari awal selalu dengan pemikiran optimisme kita juga, tapi kita lihat seperti 2018 dan 2019, ketidakpastian global masih akan bersistem. Jadi kita akan terus seimbang saja. Di sisi lain kita sudah lihat di 2018, 2019 dengan gejolak global. Kita mampu menjaga ekonomi dalam negeri tapi Indonesia sebagai satu negara kita ingin perbaiki performancenya," tandasnya. [idr]

Baca juga:
Pemerintah Akui Realisasi Penerimaan Pajak Tahun Ini Cukup Berat
Ekonomi Global Melambat, Bank Mandiri Turunkan Target Pertumbuhan Kredit di 2020
Indonesia Tak Perlu Khawatir Ancaman Resesi Global
Pelaku Usaha Masih Wait and See, Investasi RI Melambat di Kuartal III-2019
Ekonom: 2020 Tidak Akan Terjadi Resesi, Kecuali di China
Kejamnya Krisis Ekonomi, dalam Lima Hari Tiga Warga Libanon Bunuh Diri

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini