Bangun Pabrik Bahan Peledak di Timor Leste, Dahana Siapkan Rp 15 T

Selasa, 12 November 2019 12:39 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bangun Pabrik Bahan Peledak di Timor Leste, Dahana Siapkan Rp 15 T Direktur Utama PT Dahana, Budi Antono. ©2019 Merdeka.com/Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - PT Dahana (Persero) akan mulai membangun pabrik bahan peledak di Timor Leste pada 2020 mendatang. Pabrik tersebut nantinya ditargetkan bisa beroprasi pada pertengahan 2020 atau tepatnya pada Juli 2020.

Direktur Utama PT Dahana, Budi Antono, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 10-15 triliun untuk pembangunan pabrik di Timur Leste. Adapun kapasitas pabrik tersebut hanya sebesar 1.000 ton bahan peledak per tahunnya.

"Nanti kita bangun pabrik kebetulan tanggal 13 atau 15 November orang Timur Leste ke sini. Negosiasi," kata dia saat ditemui di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (12/11)

Budi mengatakan, pembangunan pabrik dicanangkan juga untuk mensuplai keperluan bahan peledakan di proyek kuari Tibar Bay Port Dili Timor Leste. Di mana, pelabuhan itu nantinya bakal rampung pada 2022 dan diresmikan sebagai pelabuhan terbesar (internasional) di Timor Leste untuk kegiatan bongkar muat peti kemas.

"Kalau Tiimor Leste untuk pelabuhan internasional. Karena di sana Timor Leste banyak gunung daripada bongkar gunung mending buka terowongan," kata dia.

BUMN yang bergerak di bidang bahan peledak komersial dan militer tersebut, selama ini hanya mensuplai bahan peledak ke Timor Leste. Dengan pembangunan pabrik tersebut diharapkan dapat lebih menguntungkan dari kedua belah pihak.

Sebelumnya, PT Dahana (Persero) menggandeng perusahaan lokal Incanto Weste Unipessoal LDA untuk keperluan peledakan di proyek kuari Tibar Bay Port Dili Timor Leste. Kerjasama ini berbuah ekspor bahan peledak Dahana ke Timor Leste yang dikirim dalam tiga kali pengiriman.

Adapun bahan peledak yang diekspor berupa dayagel, detonator electric dan non electric, detonating cord serta amonium nitrat. "Betul, kami mengekspor bahan peledak ke Timor Leste untuk project kuari ini. Bahan peledak dikirim dalam tiga kali pengiriman, masing-masing pengiriman 11 kontainer dengan nilai kontrak senilai USD 420 ribu," kata Direktur Utama PT Dahana (Persero), Budi Antono lewat keterangan resmi diterima di Jakarta, Jumat.

Baca Selanjutnya: Dahana: Jika berperang Indonesia tumbang...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini