Bandara Pattimura Tetap Beroperasi Usai Dilanda Gempa Ambon

Kamis, 26 September 2019 11:28 Reporter : Merdeka
Bandara Pattimura Tetap Beroperasi Usai Dilanda Gempa Ambon Gempa Ambon. BMKG

Merdeka.com - Ambon diguncang gempa berkekuatan 6,8 magnitudo pagi ini. Sejauh ini dilaporan gempa Ambon mengakibatkan seorang warga meninggal karena tertimpa bangunan, satu jembatan di Ambon retak, dan satu bangunan Universitas Pattimura rusak ringan.

PT Angkasa Pura I memastikan Bandara Pattimura Ambon tetap beraktivitas normal. "Penerbangan dari dan menuju Bandara Pattimura juga masih berlangsung normal atau sesuai jadwal. Tidak ada kerusakan pada fasilitas bandara, baik pada area landside maupun airside," ujar Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan.

"Hingga pukul 10.48 WIT, diidentifikasi hanya terdapat sedikit keretakan di bagian depan gedung pemadam kebakaran dan di ruangan watchroom," tambahnya.

Pengelola dan stakeholder bandara, lanjut Handy, senantiasa menjaga keselamatan dan keamanan pengguna jasa dengan berkoordinasi ketat untuk mengimplementasikan prosedur keselamatan dan keamanan yang teruji.

Pihak bandara juga meminta kepada seluruh penumpang yang akan terbang dari dan menuju Ambon untuk terus memantau status penerbangan melalui pihak maskapai dan atau dapat mengikuti perkembangan status operasional bandara terkini dengan menghubungi layanan Contact Center Angkasa Pura I di nomor 172 atau Twitter @AngkasaPura172.

Sebelumnya, Plt Kapusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo menyatakan, hasil analisis http://realtime.inasafe.org menunjukkan, gempa ini terjadi di darat dengan intensitas maksimum VII-VI MMI.

"Nilai ini menunjukkan goncangan kuat dan kemungkinan membuat kerusakan untuk bangunan yang tidak tahan gempa Ambon," kata dia dalam keterangan tertulis.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6

1 dari 1 halaman

Polisi Amankan Warga yang Teriak 'Tsunami' Saat Gempa Ambon Mengguncang

Aparat kepolisian mengamankan seorang pria yang berlari sambil berteriak 'tsunami' ketika gempa Ambon dengan magnitudo 6,8 terjadi sekitar pukul 08.46 WIT, Kamis (26/9).

Satu warga yang diamankan itu di depan Hotel Manise, Kawasan Tanah Tinggi karena yang bersangkutan berteriak 'tsunami' di antara ratusan warga dan petugas kepolisian yang menyelamatkan diri saat gempa terjadi.

Berdasarkan pantauan Atara di Ambon, Kamis, aparat kepolisian langsung mengamankan pelaku agar tidak membuat warga lain semakin panik.

Guncangan gempa yang bertahan sekitar lima hingga tujuh detik ini membuat rumah seorang warga di Gang Grafes, RT 002/RW 03, Kelurahan Karangpanjang mengalami kerusakan. Dinding rumah terlihat retak dan sebagian rontok, sementara pajangan foto di dinding jatuh dan berhamburan di lantai.

Warga yang sedang kendaraan roda dua maupun empat yang berada di dalam Kota Ambon buru-buru di arahkan menuju tempat yang tinggi dari permukaan laut seperti Karangpanjang, Kudamati, Benteng, Kebun cengkeh dan IAIN Ambon.

Ketua RT 002/RW03 di Kelurahan Karangpanjang Cumpry Maitimu mengatakan seluruh perabot di dalam rumahnya berantakan. Foto-foto di dinding berjatuhan.

Hal serupa disampaikan Asweros Maalete, warga di rukun tetangga yang sama, yang menjelaskan seluruh piring makannya hancur.

Warga lainnya, Novy Salmon mengatakan dinding di kamar dan kamar mandinya retak dan lansung roboh saat terjadi gempa bumi. Sementara plafon rumah warga lainnya runtuh karena goncangan yang kuat.

Sejauh ini belum ada laporan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai kerusakan yang timbul akibat gempa tersebut. BMKG Ambon melaporkan, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami meski kedalamannya hanya 10 kilometer.

[bim]
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini