Bandara Indonesia Dilirik Dunia

Jumat, 26 November 2021 11:41 Reporter : Dwi Aditya Putra
Bandara Indonesia Dilirik Dunia Ilustrasi bandara. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/potowizard

Merdeka.com - Sejumlah bandara di Indonesia tengah dilirik oleh perusahaan asing. Bahkan saat ini terdapat dua bandara resmi dikelola melalui skema kemitraan strategis. Pengelolaan bandara oleh investor swasta sejatinya diperbolehkan dalam bisnis penerbangan di Tanah Air.

Berdasarkan catatan merdeka.com, salah satu bandara pernah dilirik investor asing adalah Soekarno-Hatta. Saat itu ada asset manager asal Inggris yang tertarik mengelola Bandara di wilayah Tanggerang, Banten tersebut.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto mengaku, pernah bertemu dengan salah satu asset manager asal Inggris itu. Asset manager yang sudah ditemuinya itu merupakan pengelola dua bandara di Inggris.

"Ada dua yang mereka kelola di Inggris dan mereka sangat tertarik sekali untuk ikut masuk dalam pengelolaan bandara di Indonesia. Misalnya yang besar-besar, di Indonesia ada di Soekarno-Hatta," ujar Seto beberapa waktu lalu.

Pemerintah ingin mengoptimalkan aset yang dimiliki sekarang. Artinya pemerintah melakukan investasi mengundang investor di sektor bandara. Maka hal perlu dilakukan adalah mencari strategic partner bukan hanya financial partner.

Srategic partner itu diharapkan bisa meningkatkan pengelolaan bandara. Misalnya, peningkatan traffic pesawat yang lebih banyak. "Misal dari Inggris bisa langsung ke Indonesia ke Jakarta tanpa di middle east (timur tengah) ataupun transit di Singapura gitu," ujarnya.

2 dari 5 halaman

Bandara Komodo Dikelola Perusahaan Singapura

dikelola perusahaan singapura rev1

Pada akhir Desember 2019, Pemerintah Indonesia telah menetapkan konsorsium Singapura menjadi pengelola Bandara Komodo, Labuan Bajo selama 25 tahun. Pemerintah memastikan Bandara Komodo bukan yang terakhir untuk ditawarkan pada asing.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, pemerintah akan mempromosikan bandara-bandara lain di Tanah Air untuk dikembangkan pihak asing. Beberapa diantaranya adalah lapangan udara besar seperti Bandara Kualanamu di Medan, Sumatera Utara.

"Nanti ada beberapa bandara seperti Kualanamu Medan, Sam Ratulangi Manado, dan Singkawang," ujar dia usai menetapkan pemenang proyek KPBU untuk pengembangan Bandara Labuan Bajo di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta.

Tak hanya bandara, pemerintah juga bakal coba menawarkan proyek-proyek penunjang transportasi lainnya kepada asing. Seperti kereta api di Sumatera Selatan dan beberapa pelabuhan di Indonesia. "Kita berharap minat dan kekayaan asing bahwa kita memang good government bisa diversify atau melakukan diversifikasi lebih baik," tukas Menhub Budi.

3 dari 5 halaman

Bandara Kualanamu Dikelola Perusahaan India

dikelola perusahaan india rev1

Kabar terbaru, perusahaan asal India GMR Airports terpilih sebagai mitra strategis pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara. Pengembangan dilakukan dengan skema kemitraan strategis berjangka waktu 25 tahun dengan nilai kerja sama sekitar USD6 miliar, termasuk investasi dari mitra strategis sedikitnya Rp15 triliun.

Skema kemitraan strategis ini akan menggabungkan sumber daya yang dimiliki AP II dan mitra strategis, sehingga dapat mengakselerasi pengembangan Bandara Internasional Kualanamu untuk menjadi hub dan pintu gerbang utama internasional serta kawasan bisnis di wilayah barat Indonesia.

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan, Perseroan menetapkan sejumlah kriteria harus dipenuhi mitra strategis di Bandara Internasional Kualanamu. Antara lain memiliki pengalaman dan jaringan baik airport maupun maskapai.

Sehingga Bandara Internasional Kualanamu nantinya akan menjadi bagian jaringan tersebut dan bersinergi dalam pengembangan rute maupun layanan baik kepada maskapai, penumpang maupun kargo.

"Kami memiliki kriteria yang harus dipenuhi mitra strategis," jelas Muhammad Awaluddin dalam pernyataannya, Kamis (25/11) kemarin.

Dalam mencari mitra strategis ini AP II menggelar tender secara profesional serta transparan yang diikuti berbagai perusahaan global. Setelah melewati rangkaian proses tender, ditetapkan GMR Airports Consortium sebagai pemenang tender.

Penetapan pemenang tender ini juga melalui proses evaluasi oleh tim juri yang berasal dari pakar industri penerbangan, praktisi, akademisi, dan AP II, serta didampingi oleh notaris dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

4 dari 5 halaman

Tingkatkan Daya Saing Bandara Indonesia

saing bandara indonesia rev1

Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan, bahwa kemitraan strategis antara AP II dan mitra global akan mempercepat pengembangan dan peningkatan daya saing Bandara Internasional Kualanamu di ASEAN, sejalan dengan tujuan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub internasional.

Kemitraan strategis antara AP II dan mitra global dapat memperkuat struktur permodalan serta memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. Adapun aset yang ada saat ini, serta hasil pengembangan aset kedepannya atas kerjasama ini akan sepenuhnya dimiliki 100 persen oleh AP II.

“Keberhasilan dalam kerjasama ini menjadi signaling positif untuk iklim investasi indonesia khususnya pada sektor transportasi udara. Selain itu diharapkan dengan terlaksananya kerjasama ini, dapat membuka jalan bagi Foreign Direct Investment (FDI) lainnya masuk ke Indonesia” ujar Tiko sapaan akrabnya.

Sebagai informasi saja, GMR Airports Consortium merupakan Strategic Investor yang dimiliki oleh GMR Group asal India dan Aéroports de Paris Group (ADP) asal Prancis, dimana merupakan jaringan operator bandara yang melayani penumpang terbanyak di dunia.

Saat ini GMR Airport mengelola New Delhi’s Indira Gandhi International Airport (Best Airport in India and Central Asia by Skytrax 2019-2021, lalu Hyderabad International Airport di India, Bidar Airport di India, Mactan Cebu International Airport di Filipina, serta tengah mengembangkan Goa International Airport di India, Visakhapatnam International Airport di India, dan Crete International Airport di Yunani.

AP II dan GMR Airports Consortium akan menjadi pemegang saham di joint venture company (JVCo) yakni PT Angkasa Pura Aviasi, yang menjadi pengelola Bandara Internasional Kualanamu. AP II menguasai mayoritas 51 persen saham di PT Angkasa Pura Aviasi, sementara GMR Airports Consortium sebesar 49 persen.

5 dari 5 halaman

Pengelolaan Bandara Biasa Terjadi

biasa terjadi rev1

Direktur Utama Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin menanggapi kabar perusahaan asing akan mengelola proyek pengembangan Bandara. Menurutnya, pelibatan asing dalam pengelolaan bandara sudah biasa terjadi.

"Biasa saja, memang harus sudah begitu, saya rasa di situ pola kompetisi terjadi bagaimana membawa kebaikan di masing-masing layanan di bandara sehingga bisa memuaskan pelanggan," ujarnya di Tangerang.

Menurut Awaluddin, saat ini pengembangan bisnis harus fokus ke service based competition, alias berlomba-lomba memberi layanan yang terbaik demi pelanggan. Percuma jika infrastruktur hebat namun pelayanan lemah, tentu tidak akan diterima pelanggan.

Dia mencontohkan, kerjasama dengan Astra Digital dalam menyediakan layanan digital untuk mobilisasi pelanggan dari dan ke bandara merupakan contoh service based competition.

"Contohnya, sekarang kami meningkatkan customer experience dengan bekerja sama dengan Astra Digital. Jadi orang tidak perlu repot-repot cari tempat parkir untuk mobil tinggal pakai CariParkir, tidak perlu repot cari bus tinggal pakai Sejalan dan Movic," ungkapnya.

  [bim]

Baca juga:
Bandara Kualanamu Dikelola Perusahaan India, Apa Keuntungan untuk Indonesia?
Taxiway Bandara Samarinda Bermasalah Lagi, Citilink Sempat Stuck 5 Menit
Bandara Mentawai Baru Senilai Rp 547 M Target Selesai Dibangun Agustus 2022
Menhub Budi: Keselamatan di Bandara Halim Perdanakusuma Mengkhawatirkan
Cara Terbebas Cek Kartu Identitas dan Boarding Pass di Bandara Soekarno-Hatta
Bakal direvitalisasi, Bandara Halim Perdanakusuma Saat Ini Masih Beroperasi
Jenderal Polisi Marah 'Blender' Anak Buah Palak Sopir Truk Sekarung Bawang

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini