Bambang Brodjonegoro Ungkap Penyebab Lamanya Pencairan Dana Desa

Rabu, 16 Juni 2021 14:10 Reporter : Merdeka
Bambang Brodjonegoro Ungkap Penyebab Lamanya Pencairan Dana Desa Menristek jelaskan progres vaksin merah putih di DPR. ©2021 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) periode 2016-2019, Bambang Brodjonegoro menyoroti, pemanfaatan dana desa dalam mendukung peningkatan ekonomi daerah.

Bambang yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan periode 2014-2016 membeberkan, kebijakan penyaluran dana desa dimulai pertama kali sejak dirinya menjadi bendahara negara.

"Waktu saya jadi Menkeu itu pertama kali menyalurkan dana desa, sesuai dengan amanat UU mengenai desa. Dana desa bisa diperlakukan sebagai pelengkap bagi upaya memberi kesejahteraan ke masyarakat karena targeted langsung ke desa meskipun penyaluran lewat pemerintah daerah," ujar Bambang dalam webinar, Rabu (16/6).

Terkait lamanya dana desa cair dari pemerintah, Bambang menyebutkan dua kemungkinan. Pertama, ada unsur kekurangdisiplinan di desa sehingga Pemerintah Kabupaten belum mau menyalurkan dana. Di sisi lain, ada Pemerintah Kabupaten juga belum mau menyalurkan.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

bambang brodjonegoro ungkap penyebab lamanya pencairan dana desa

Masalah ini, kata Bambang, memang sudah banyak selesai. Dengan terobosan dan inovasi yang dikembangkan pemerintah, dana desa saat ini sudah cepat disalurkan.

"Tapi pertanyaannya saat ini adalah, bagaimana pemanfaatannya. Apakah pemanfaatan dana desa ini sudah memperbaiki kesejahteraan desa itu sendiri, atau belum," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, rentang waktu kepemimpinan daerah selama 5 tahun diakui belum cukup dalam membangun sesuatu, terutama jika daerah tersebut menggunakan sumber dana luar seperti pinjaman. Tenor pinjaman hanya 5 tahun tentu akan menyulitkan daerah untuk mengembalikan jumlah dana yang dipinjam.

"Sebenarnya ini lazim, banyak dilakukan di negara maju asal dibarengi pengawasan dan governance yang baik. Tapi kalau hanya 5 tahun batas waktunya, tentu akan menyulitkan cashflow daerah dalam melakukan pengembalian dan jumlah yang dipinjam," ujarnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6

[bim]

Baca juga:
Realisasi BLT Rendah, Pemerintah Minta Daerah Percepat Penyaluran Dana Desa
Percepat Penyaluran BLT Desa, Pemerintah Sederhanakan Prosedur Pencairan
Sri Mulyani Ajak Masyarakat Ikut Awasi Belanja TKDD
Pemkab Bogor Hendak Hapus 4 Desa dari Wilayahnya, Begini Penjelasan Bupati
Impor Capai Rp 50 T per Tahun, Kemendag Dorong Pemasaran Aspal Buton
Warga Pintu Rime Gayo Bangun SPBU Pakai Dana Desa
Dorong Konsumsi, Penyaluran BLT Dana Desa Berdampak Besar Bagi Perekonomian

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini