Bagaimana BJ Habibie Buat Rupiah Menguat dari Rp15.000 jadi Rp7.000 Usai Krisis 98?

Kamis, 12 September 2019 11:22 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Bagaimana BJ Habibie Buat Rupiah Menguat dari Rp15.000 jadi Rp7.000 Usai Krisis 98? BJ Habibie. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden ke-3 BJ Habibie menghembuskan napas terakhirnya kemarin di RSPAD Gatot Subroto. Indonesia kehilangan sosok pintar yang banyak berjasa pada pembangunan Tanah Air.

Salah satu jasanya ialah memulihkan perekonomian Indonesia usai diterjang krisis moneter 1998. Di mana, nilai tukar Rupiah saat itu yang mencapai Rp15.000 berhasil diturunkan menjadi di bawah Rp7.000 per USD.

Dikutip dari buku berjudul Reformasi: Visi dan Kinerja BJ Habibie, dijelaskan bahwa pemerintah terlebih dulu membenahi industri perbankan dan merestrukturisasi utang swasta. Selain itu, pemerintah terus berupaya menekan besaran inflasi, terutama dari sisi harga kebutuhan pangan pokok.

Pemerintah juga melakukan restrukturisasi Bank Bali sesuai prosedur hukum yang berlaku. Dari aspek keamanan, pemerintah memulihkan stabilitas Timor Timur dengan memberlakukan darurat militer terkait jajak pendapat. Tujuannya agar tahap transisi dapat berjalan baik dan sesuai rencana.

Deretan upaya pemerintah tersebut, ditambah faktor eksternal di mana suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang mulai dinaikkan, membuat dana asing kembali masuk Indonesia. Imbasnya nilai tukar Rupiah mulai menguat di bawah Rp7.000 per USD pada Juli 1999.

Pemerintah BJ Habibie sadar bahwa upaya di atas belum cukup dalam memulihkan ekonomi. Diperlukan lebih banyak investasi untuk memulihkan ekonomi dan membuka lapangan kerja. Maka pada saat itu, pemerintah memberlakukan tax holiday bagi sektor prioritas.

"Pada dasarnya keseluruhan upaya hanya akan berhasil apabila kita dapat menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat dan dunia usaha," tulis buku visi dan kinerja BJ Habibie itu.

1 dari 2 halaman

Pesan BJ Habibie: Bangun Konektivitas Antar Pulau via Udara

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, turut berduka atas kepergian Presiden Republik Indonesia (RI) ke-3 BJ Habibie. Menteri Bambang mengaku, BJ Habibie merupakan sosok negarawan yang sangat demokratis.

"Terakhir bertemu di rumah Beliau waktu puasa tahun ini," tuturnya kepada Liputan6.com, Rabu (11/9).

Menteri Bambang melanjutkan, sebagai Kepala Bappenas, dirinya tidak akan pernah lupa pesan BJ Habibie untuk bagaimana memajukan industri agar bisa unggul di negeri sendiri.

Kata dia, insinyur penerbangan kebanggaan Indonesia itu juga turut berpesan untuk selalu mengutamakan pentingnya konektivitas di sektor perhubungan udara.

"Beliau berpesan agar Indonesia selalu prioritaskan industri bernilai tambah tinggi dan berbasis teknologi, serta membangun konektivitas antar pulau via udara," ujarnya.

"Jadi BJ Habibie merupakan sosok sebagai negarawan yang demokratis dari seorang guru yang ngemong muridnya," lanjut dia.

2 dari 2 halaman

Habibienomic: Warisan Konsep Ekonomi Berbasis Teknologi BJ Habibie

Pemerintah saat ini tengah fokus dalam melakukan pembangunan berbasis teknologi. Salah satu wujudnya melalui pembentukan konsep industri 4.0.

Pembangunan konsep teknologi sebetulnya sudah lama dicetuskan sejak era Presiden BJ Habibie. Pengamat Ekonomi dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Dr Joy Tulung, mengatakan Habibienomic merupakan salah satu warisan konsep ekonomi berbasis teknologi dari BJ Habibie.

"Konsep Habibienomics, diperkenalkan pertama kali oleh ekonom Kwik Kian Gie tahun 1993 pada sebuah tulisan atau opini yang dimuat di salah satu surat kabar nasional yang merupakan pemikiran dari BJ Habibie," kata Joy seperti dikutip dari Antara di Manado, Kamis (12/9).

Joy menambahkan pemikiran Habibie mengenai strategi industrialisasi yang pada intinya adalah membangun perekonomian Indonesia berbasis teknologi. "Juga yang berfokus pada competitive advantage, oleh karena itu harus adanya penguasaan teknologi tinggi dalam industri ke depannya," ujarnya.

Habibienomic sebetulnya sebuah aliran pemikiran yang penting dan relevan untuk diterapkan saat ini dan juga mendatang. Konsep Habibienomic juga, menurutnya, bermakna mengembalikan kedaulatan ekonomi Indonesia.

Dia berpendapat, pemerintahan saat ini dan mendatang mesti memikirkan kembali konsep Habibienomic ini. Setiap produk yang dihasilkan rakyat harus bernilai tambah dan memberikan tambahan kesejahteraan bagi mereka, terutama teknologi untuk industri pangan dan energi terbarukan.

[bim]

Baca juga:
Mulai Steril, Area Sekitar Makam BJ Habibie Dipasangi Garis Polisi
Menengok Persiapan Pemakaman BJ Habibie di TMP Kalibata
Bupati Anas dan Warga Banyuwangi Salat Gaib untuk BJ Habibie
Intip Kekayaan BJ Habibie, Pemilik 46 Hak Paten Teknologi Dunia
Pesan BJ Habibie ke Golkar: Jadi Partai yang Punya Inovasi Kerja Nyata
Siswa SD di Ponorogo Menerbangkan Seribu Pesawat Kenang BJ Habibie
Habibienomic: Warisan Konsep Ekonomi Berbasis Teknologi BJ Habibie

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini