Badai Corona Porak-porandakan Perekonomian Indonesia

Senin, 18 Mei 2020 14:48 Reporter : Dwi Aditya Putra
Badai Corona Porak-porandakan Perekonomian Indonesia Menkeu Sri Mulyani. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengakui pandemi virus corona memberikan pukulan besar bagi sektor konsumsi dan juga produksi dari dunia usaha. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonom kuartal I-2020, di mana kedua sektor tersebut terkoreksi sangat tajam.

Sri Mulyani mengungkapkan, dari sisi permintaan konsumsi termasuk lembaga non profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) pertumbuhannya hanya berada di 2,7 persen pada kuartal I-2020. Angka ini lebih rendah dibandingkan posisi sama tahun sebelumnya yang mencapai 5,3 persen.

Padahal sektor konsumsi kontribusi atau sharenya terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 59,4 persen.

Kemudian investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada Kuartal 1-2020 hanya tumbuh 1,7 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal I di 2019 investasi yang mencapai 5,0 persen.

"Maka dua-duanya kemudian akan menekan pertumbuhan ekonomi dari sisi permintaan," kata dia dalam video conference di Jakarta, Senin (18/5).

1 dari 1 halaman

Ekspor Impor

rev1

Tak hanya itu, posisi ekspor impor Indonesia juga terkoreksi mendalam pada posisi kuartal I-2020. Di mana ekspor hanya tumbuh sebesar 0,2 persen. Sedangkan impor tercatat minus (-) 2,2 persen.

"Untuk ekspor impor memang sejak tahun lalu pertumbuhan perdagangan kita internasional adalah paling lemah sehingga memang kondisi saat ini relatif sudah ada di dalam posisi rendah dari sisi supply," kata dia.

Kemudian, dampak dari penyebaran Covid-19 juga memukul sektor dunia usaha. Di mana sektor manufaktur, perdagangan, dan juga transportasi terkoreksi mendalam. Ketiga sektor itu masing-masing hanya tercatat tumbuh 2,1 persen, 1,6 persen, dan 1,3 persen di kuartal I-2020.

"Covid-19 telah memberikan ancaman baik dari sisi permintaan dan dari sisi produksi yang kemudian berpengaruh terhadap keseluruhan outlook pertumbuhan ekonomi kita tahun ini dan juga mempengaruhi kemiskinan dan pengangguran kita," tandas dia. [idr]

Baca juga:
Awal Mula Krisis Ekonomi 1998, Tak Diduga Hingga Pinjam Utang ke IMF
Luhut Sebut Krisis Akibat Pandemi Covid-19 akan Mereda di Akhir Mei 2020
Pengalaman Krisis 1998 & 2008 Buat Perbankan Lebih Sigap Hadapi Covid-19
Golkar Sebut Cetak Uang Rp600 T Bukan Solusi Hadapi Ancaman Krisis
Pemerintah Diusulkan Bentuk Dewan Tangani Krisis Ekonomi Akibat Corona
Rekor Terburuk, 20,5 Juta Warga AS Jadi Pengangguran karena Pandemi Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini