Atasi Masalah Polusi Hingga Kemacetan, LPKR Fokus Kembangkan Properti Berkelanjutan

Selasa, 7 September 2021 12:42 Reporter : Merdeka
Atasi Masalah Polusi Hingga Kemacetan, LPKR Fokus Kembangkan Properti Berkelanjutan Meikarta. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Perkembangan urbanisasi dan perkotaan membawa sejumlah tantangan. Mulai dari polusi, pengelolaan limbah, kemacetan, banjir, hingga berbagai masalah lainnya.

Maka dari itu, PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) berkomitmen menerapkan prinsip berkelanjutan (sustainable) dalam pengembangan kawasan properti terpadu.

"Sebagai contoh, di kawasan kota mandiri Lippo Village, Tangerang, dalam hal pengelolaan air misalnya, kami melakukan pengelolaan air tersebut. Sistem saluran air di Lippo Village terletak di bawah tanah. Di samping itu, kami menggunakan sistem pipa tertutup yang ramah lingkungan untuk pengolahan limbah cair domestik rumah tangga," jelas CEO LPKR John Riady dalam acara webinar KataData Sustainable Action for Futures Economy (SAFE) Forum 2021, ditulis Selasa (7/9).

John melanjutkan proses pengolahan limbah cair juga menggunakan sistem aerobile treatment. Yakni menggunakan bakteri dan oksigen untuk menguraikan bahan polutan yang terdapat pada air limbah, sehingga tidak menghasilkan gas sebagai produk sampingan dan air hasil olahan lebih stabil dan dapat didaur ulang. "Salah satunya digunakan untuk menyiram tanaman di Lippo Village," ucapnya.

"Danau yang terletak di dalam lapangan golf IKG di kota mandiri Lippo Village, bukan sekedar hiasan, tetapi juga sebagai berfungsi juga sebagai water reservoir, tempat menampung air saat intensitas air hujan tinggi."

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

atasi masalah polusi hingga kemacetan, lpkr fokus kembangkan properti berkelanjutan

John menambahkan di kawasan properti terpadu Kemang Village, Jakarta Selatan, pihaknya juga membangun retention water pond yang menggabungkan tiga hal. Yakni drainase dan pengendalian banjir, pengelolaan air limbah, serta pengelolaan air bersih.

"Pembangunan retention water pond yang berupa bak penampungan air dengan kapasitas 100.000 meter kubik, tidak mengganggu elevasi muka air tanah," lanjutnya.

John menegaskan dengan sistem pengelolaan air yang baik, tentunya lingkungan akan lebih terjaga keberlanjutannya. "Kami mencari sebuah solusi, di satu sisi sustainable baik untuk lingkungan dan masyarakat, tetapi juga di sisi lain menjadi bisnis yang menciptakan profit dan berkelanjutan. Harapan kami adalah membangun perkotaan yang sustainable."

[bim]

Baca juga:
Rumah Depannya Ada Toko Beras, Pas Masuk Ke Dalam Super Mewah Berkelas Abis
Diskon Pajak Dongkrak Penjualan Properti, Triniti Dinamik Raup Laba Rp15 Miliar
Buka Cabang di Ruko SOHO Pacific Plaza, Bank Nobu jadi Konsumen Pertama RHK
Bos Summarecon: Industri Properti Terus Berkembang dan Dorong Pulihnya Perekonomian
Komisaris Harap Proyek PP Properti di Cibubur Selesai Sesuai Target
Berencana Bangun Sendiri Rumah Impian, Simak Tips Saat Membeli Tanah
Survei: Terjadi Kenaikan Harga Rumah Tapak di Kuartal II-2021

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini