Asosiasi: Sepeda motor tak bisa pakai 100 persen produk dalam negeri

Selasa, 6 September 2016 20:56 Reporter : Hana Adi Perdana
Asosiasi: Sepeda motor tak bisa pakai 100 persen produk dalam negeri Motor matic paling laku. ©2014 Otosia.com

Merdeka.com - Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Shinduwinata mengaku sulit bagi industri sepeda motor untuk menggunakan bahan baku dari dalam negeri hingga 100 persen. Alasannya, bahan baku lokal saat ini masih sulit bersaing dari segi harga dan kualitas.

Saat ini, penggunaan bahan baku lokal untuk sepeda motor dari dalam negeri telah mencapai 85 persen. Sisanya, komponen sepada motor masih impor dari negara lain.

"Yang enggak masuk lokal mungkin banyak bahan baku yang terpaksa harus impor karena Krakatau Steel tidak produksi. Ada komponen kecil dari negara tertentu diproduksi massal, kalau diproduksi dalam negeri ini enggak ada skala ekonomisnya. Jadi enggak ada TKDN 100 persen," ujar Gunadi di kantor KPPU, Jakarta, Selasa (6/9).

Gunadi mencontohkan, salah satu bahan baku yang masih diimpor adalah jarum speedometer. "Kita impor dari Jepang dan China yang sudah memproduksi jutaan dengan kualitas dan harga yang baik," katanya.

Gunadi menegaskan, di belahan negara manapun, sulit bagi industri motor untuk 100 persen menggunakan bahan baku dari dalam negeri. Bukan tidak bisa, hanya saja pemerintah perlu membuat kebijakan dalam mendorong peningkatan kualitas dan harga yang bersaing untuk menelan biaya produksi sepeda motor.

"Ini upaya kita. Karena kapasitas pengolahan dalam negeri tidak cukup maka kami terpaksa mencampurkan yang import dan lokal. Kalau baja memang banyak yang belum diproduksi dalam negeri, ini masih tergantung dari import. Saya garis bawahi bahwa tidak ada satu merek di dunia yang bisa melakukan lokalisasi 100 persen," pungkasnya. [sau]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini