Asosiasi Sebut Stok Gula Bisa Aman Hingga Akhir Tahun Asal Distribusi Diperbaiki

Minggu, 2 Agustus 2020 14:29 Reporter : Sulaeman
Asosiasi Sebut Stok Gula Bisa Aman Hingga Akhir Tahun Asal Distribusi Diperbaiki Gula. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Gayvoronskaya_Yana

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Budi Hidayat memprediksi stok gula nasional akan aman hingga akhir tahun 2020. Dengan catatan apabila memaksimalkan serapan gula di musim giling tahun ini dan memperbaiki pola distribusi.

"Mestinya aman karena pabrik gula sudah mulai musim giling semua. Namun, akan tercapai melalui penyerapan yang baik," kata dia saat dihubungi Merdeka.com, Minggu (2/8).

Menurutnya musim giling tebu di Indonesia sendiri telah dimulai sejak awal Juni lalu. Sehingga dipastikan adanya tambahan produksi gula dalam negeri yang berimbas pada penambahan stok gula nasional.

Kendati demikian, dia meminta pemerintah untuk turut juga memperbaiki masalah distribusi gula nasional. Sebab akibat persoalan distribusi, konsumen terpaksa membeli gula di atas harga eceran tertinggi (HET) sejak awal tahun 2020.

"Sedangkan HET nya hanya Rp 12.500 per kilogram, namun harga jual gulanya lebih tinggi dari itu. Disini konsumen dirugikan," jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menyebut bahwa akar masalah kenaikan harga gula yaitu karena proses distribusi yang tersendat. Imbasnya, gula dibanderol melebihi harga eceran tertinggi atau HET yang dipatok pemerintah Rp12.500 per kilogram.

"Pada dasarnya stok (gula) cukup. Tinggal mengatur distribusi lancar," kata Mendag Agus melalui video conference, Rabu (29/4).

Menurutnya, kecukupan stok gula nasional didasari oleh keputusan pemerintah untuk mendatangkan gula impor. Sehingga dipastikan stok gula nasional dapat mencukupi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi covid-19.

Untuk memperlancar proses distribusi gula, Kemendag akan memotong mata rantai penyaluran gula dengan cara penugasan melalui distributor yang berafiliasi dengan retail modern. Selain itu, optimalisasi tol laut menjadi 26 trayek untuk percepatan distribusi gula.

Di samping itu, Kemendag akan menyurati sejumlah Gubernur yang wilayahnya menerapkan aturan PSBB untuk membantu kelancaran penyaluran gula yang termasuk komoditi utama masyarakat.

Agus mengungkapkan, pihaknya bekerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan membentuk tim pengawas untuk memastikan harga gula tidak melebihi HET. Nantinya, tim pengawas bertugas mengawal dan mengawasi distribusi gula dan harga di pasaran.

"Gula akan dipastikan (sesuai) HET. Enggak mengalami perubahan masih Rp12.500 per kilogram," tegas dia. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini