Asosiasi Nelayan Curiga Ada Maksud Lain dari Masuknya Kapal China ke Natuna

Kamis, 9 Januari 2020 13:38 Reporter : Merdeka
Asosiasi Nelayan Curiga Ada Maksud Lain dari Masuknya Kapal China ke Natuna KNTI anggap China Ingin Rebut Perairan Natuna. ©2020 Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Merdeka.com - Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menganggap, masuknya nelayan China yang dikawal kapal Coast Guard menjadi tanda bahwa China ingin merebut perairan Natuna dari wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) milik Indonesia.

Ketua Harian KNTI Dani Setiawan menyerukan pemerintah agar memiliki sikap tegas bahwa masuknya kapal China bukan semata-mata karena adanya klaim hak tradisional terhadap Natuna sebagai wilayah milik negara tersebut.

"Ada aspek ekonomi lebih luas. China ingin merebut penguasaan jalur yang sangat strategis. Tak hanya sumber daya laut, di sana juga ada migas dan lain-lain," tegas dia saat sesi bincang-bincang di Kantor KNTI, Jakarta, Kamis (9/1).

Dengan adanya legitimasi atas penguasaan wilayah tersebut, maka China akan memperluas pengaruh politik dan ekonomi, khususnya di negara-negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

"Dan itu akan lebih besar pengaruhnya ke negara Asia Tenggara dan Indonesia kalau kita biarkan masalah ini berlarut larut. Kalau hanya dilakukan pendekatan yang parsial, ini akan terus terulang kembali," serunya.

1 dari 1 halaman

Tolak Ajakan Negosiasi

negosiasi rev1

Dani pun mengimbau pemerintah untuk menolak berbagai ajakan negosiasi oleh pihak China. Sebab, itu akan semakin melemahkan posisi Indonesia untuk mempertahankan haknya di perairan Natuna.

"Landasan apapun perbincangan dengan pemerintah China, saya rasa Indonesia tidak boleh bernegosiasi. Jadi tidak boleh ada materi tambahan lain. Misalnya ditambahkan dengan Nine-Dash Line sebagai suatu upaya yang perlu didiskusikan," ungkapnya.

"Ada sedikit saja materi negosiasi bergeser, saya kira kecil sekali peluang kita untuk keluar dari ancaman China di laut teritori kita," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
Ketangguhan KRI Tjiptadi-381, Kapal Perang TNI yang Usir Kapal China di Laut Natuna
Cerita Nelayan Diusir China di Natuna, Kapal Dipepet Hingga Bakamla Turun Tangan
Natuna Bakal Punya Jalan Lingkar Sepanjang 170 Km
Menko Airlangga Belum Bisa Pastikan Dampak Investasi China ke Indonesia
Gaya Jokowi Tinjau Kapal Perang TNI di Natuna
Mahfud MD: Kunjungan Presiden Jokowi Menunjukkan Natuna Hak Milik Indonesia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini