Asosiasi minta pengusaha waralaba RI tak jadi raja di rumah sendiri

Jumat, 8 September 2017 13:37 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Asosiasi minta pengusaha waralaba RI tak jadi raja di rumah sendiri Waralaba Alfamidi. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Indonesia’s Biggest Business Expo 2017 secara resmi dibuka dan diadakan di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat selama tiga hari yakni dari 8 sampai 10 September. Adapun pameran ini menggabungkan tiga pameran salam satu atap yaitu, Franchise and License Expo Indonesia 2017, Café and Brasserie Indonesia 2017, dan Retail and Solutions Expo 2017.

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita G. Supit, mengharapkan dengan diadakannya ajang pameran ini dapat mendorong para pelaku bisnis waralaba untuk mempromosikan, terus meningkatkan kualitas produknya serta berani bersaing di pasar yang lebih besar, bahkan global.

"Jangan jadi raja di kandang sendiri, kembangkan dan pergi luar negeri sehingga dapat menunjukkan bahwa anak Indonesia bisa berkarya," ungkapnya di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (8/9).

Dalam pendanaannya, bisnis waralaba mengalami peningkatan yang cukup baik dengan mayoritas pelaku usaha dari kalangan generasi muda. Selain itu, era digitalisasi yang terus berkembang tentu mendorong tumbuhnya sektor usaha baru yang tentu harus dapat dimanfaatkan secara cerdas oleh setiap pelaku usaha maupun Calon-calon pelaku usaha.

"Trend yang sedang ada adalah digitalisasi yang sangat tinggi, karena permintaan pasar yang sangat kuat. Makan tidak harus datang tapi bisa order di aplikasi. Karena itu pelaku usaha harus antisipasi dengan baik. Itu digitalisasi juga bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk peningkatan mutu layanan," jelasnya.

Sementara itu, General Manager Reed Panorama Exhibitions, James Boey, mengatakan lndonesia’s Biggest Business Expo 2017 hendak dijadikan sebagai tempat untuk saling bertukar ide usaha dan berbagi solusi bisnis.

"Indonesia’s Biggest Business Expo memiliki peran penting di kawasan ASEAN dan telah menyatukan berbagai pemimpin industri dan perwakilan dari berbagai industri, brand ternama, pemilik café serta peserta pameran untuk bertemu dan menciptakan peluang bisnis," tandas dia.

Diketahui, Indonesia’s Biggest Business Expo 2017 ini menghadirkan 450 brand dari 18 negara seperti, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Korea, India, Tiongkok, Hongkong, Selandia Baru, Australia, Amerika, Finlandia, lepang, Swedia dan ltalia.

Pameran ini melibatkan berbagai asosiasi bisnis di antaranya, World Franchise Associates (WFA), Perbadanan Nasional Berhad (PNS) Malaysia, Malaysia Retail Chain Association (MRCA), Asosiasi Eksportir Kopi lndonesia (AEKI) dan Asosiasi Kopi Special lndonesia (AKSI) serta lndonesian Latter Art Artist (ILAA). [sau]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini