Asosiasi Keberatan Sopir Logistik Lintas Provinsi Harus Tes PCR

Selasa, 6 Juli 2021 18:40 Reporter : Idris Rusadi Putra
Asosiasi Keberatan Sopir Logistik Lintas Provinsi Harus Tes PCR Antrean truk kontainer di JICT. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Provinsi Kalimantan Selatan mengaku keberatan jika para sopir logistik lintas provinsi di wilayah Pulau Kalimantan harus disyaratkan tes PCR imbas diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di pulau Jawa dan Bali.

Metode PCR (Polymerase Chain Reaction) atau tes usap digunakan untuk mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan. Tes ini dianggap ALFI Kalsel mahal hingga memberangkatkan.

"Sebenarnya, penggunaan surat swab antigen saja sudah memberatkan para sopir, apalagi tes PCR biayanya lebih mahal lagi," ujar Ketua ALFI Kalsel Saut Natan Samosir dikutip dari Antara Banjarmasin, Selasa (6/7).

Menurut dia, ALFI Kalsel sesungguhnya mendukung penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara darurat yang digalakkan pemerintah di pulau Jawa dan Bali saat sebagai langkah penanganan lebih ketat penyebaran Covid-19 di negeri ini.

Namun, untuk wilayah lain di luar Jawa dan Bali sebaiknya cukup dengan test antigen, karena biayanya yang lebih murah dibanding PCR.

PPKM secara darurat ini tentunya diikuti di daerah-daerah di luar pulau Jawa dan Bali, meski tidak secara resmi, hingga pintu keluar masuk antar provinsi di jaga ketat.

Saut Natan mengatakan, jika penerapan oleh para petugas di lapangan berbeda dengan aturan yang diberlakukan, di mana pengetatan itu membuat harus para sopir logistik di Kalsel yang wilayah kerjanya ke provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) wajib PCR, tentunya ini memberatkan.

Baca Selanjutnya: Minta Fasilitas Pemerintah...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini