Asosiasi Beberkan Alasan Fintech P2P Lending Tumbuh Subur

Kamis, 14 Januari 2021 13:05 Reporter : Sulaeman
Asosiasi Beberkan Alasan Fintech P2P Lending Tumbuh Subur Ilustrasi Fintech Lending. ©2020 money.inc

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Sunu Widyatmoko, buka suara terkait penyebab suburnya pertumbuhan fintech pendanaan atau peer-to-peer (P2P) lending di tanah air.

Menurutnya, hal ini akibat adanya celah atau gap pendanaan hingga mencapai Rp 1.000 triliun yang tidak bisa dipenuhi oleh perbankan sebagaimana yang dilaporkan oleh World Bank atau Bank Dunia pada 2016 lalu.

"Jadi, fintech berdasarkan report dari bank dunia tahun 2016 bahwa kebutuhan total umkm di Indonesia sebesar Rp1.600 triliun. Sedangkan kapasitas dan kemampuan lembaga keuangan tradisional yang ada saat ini masih sekitar Rp660 atau tepatnya Rp600 triliun. Jadi, ada Rp1000 triliun kesenjangan atau gap kekosongan yang belum terpenuhi," tegasnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XI, Kamis (14/1).

Sunu menjelaskan, gap ini lah yang menjadi daya tarik oleh para pelaku fintech untuk mengisi kekosongan ruang yang ada. Terlebih, perbankan juga dinilai masih belum maksimal dalam melakukan pelayanan pendanaan secara optimal.

"Kenapa demikian marak?, karena memang kesenjangan itu sangat besar, dan itu tidak terlayani. Dan belum terlayani secara optimal dari lembaga keuangan yang ada," terangnya.

Kendati demikian, AFPI memastikan untuk terus berperan aktif terhadap perlindungan konsumen, khususnya terkait data pribadi yang rentan untuk disalahgunakan. "Apabila ada anggota kami yang terbukti melakukan pelanggaran (data pribadi) atau apapun, nantinya ada dewan komite yang menindaklanjuti. Apabila ada pelanggaran berat, maka akan dikeluarkan," tandasnya. [azz]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini